Trotoar Rp21 Miliar Jadi Lapak Parkir Liar, Komunitas Sepeda: Pengawasan Lemah
Selasa, 06 April 2021 - 11:46 WIB
loading...
Mobil parkir sembarangan di atas trotoar atau tepatnya di jalur sepeda, sepanjang Jalan Rawa Buntu, Serpong, Tangsel. Foto: MPI/Hambali
A
A
A
TANGERANG SELATAN - Komunitas sepeda turut menyesalkan banyaknya parkir liar yang menyerobot jalur trotoar di sepanjang Jalan Rawa Buntu, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel) . Padahal trotoar itu baru selesai dibangun beberapa waktu lalu.
Dari data yang dihimpun, pembangunan trotoar ini menghabiskan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2020 dengan pagu sebesar Rp21 miliar. Pengerjaannya dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU), beriringan dengan pelebaran jalan Rawa Buntu sepanjang 1.350 meter.
Sayangnya, trotoar yang menopang para pejalan kaki, pesepeda dan penyandang disabilitas itu kini disalah fungsikan. Deretan mobil-mobil terparkir melintang di atasnya, kondisi demikian semakin menjadi pada waktu jam makan siang hingga sore hari. Baca juga: Baru Selesai Dibangun, Trotoar Senilai Rp21 Miliar di Tangsel Ini Jadi Tempat Parkir Liar
Masyarakat dari komunitas sepeda, menyesalkan jika lahan trotoar yang baru selesai dibangun itu malah dijadikan lahan parkir liar. Menurut mereka, pemerintah dan dinas terkait harusnya tak fokus sekadar membangun tapi juga memberikan pengawasan.
"Sayang ya, karena itu menggunakan anggaran cukup besar tapi di lapangan justru disalah fungsikan. Kita ini di Tangsel kesannya terbiasa sekadar membangun saja, tapi perawatan, pengawasannya lemah. Asal bangun, lalu perkara nanti bagaimana itu urusan nanti," kata pembina komunitas sepeda Noris Owner Community (NORC) Chapter Tangsel, Andi Permana di Tangsel, Selasa (6/4/2021).
Dari data yang dihimpun, pembangunan trotoar ini menghabiskan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2020 dengan pagu sebesar Rp21 miliar. Pengerjaannya dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU), beriringan dengan pelebaran jalan Rawa Buntu sepanjang 1.350 meter.
Sayangnya, trotoar yang menopang para pejalan kaki, pesepeda dan penyandang disabilitas itu kini disalah fungsikan. Deretan mobil-mobil terparkir melintang di atasnya, kondisi demikian semakin menjadi pada waktu jam makan siang hingga sore hari. Baca juga: Baru Selesai Dibangun, Trotoar Senilai Rp21 Miliar di Tangsel Ini Jadi Tempat Parkir Liar
Masyarakat dari komunitas sepeda, menyesalkan jika lahan trotoar yang baru selesai dibangun itu malah dijadikan lahan parkir liar. Menurut mereka, pemerintah dan dinas terkait harusnya tak fokus sekadar membangun tapi juga memberikan pengawasan.
"Sayang ya, karena itu menggunakan anggaran cukup besar tapi di lapangan justru disalah fungsikan. Kita ini di Tangsel kesannya terbiasa sekadar membangun saja, tapi perawatan, pengawasannya lemah. Asal bangun, lalu perkara nanti bagaimana itu urusan nanti," kata pembina komunitas sepeda Noris Owner Community (NORC) Chapter Tangsel, Andi Permana di Tangsel, Selasa (6/4/2021).
Lihat Juga :