FEKDI 2021, Sinergi Akselerasi Digital Ekonomi dan Keuangan Indonesia

loading...
FEKDI 2021, Sinergi Akselerasi Digital Ekonomi dan Keuangan Indonesia
Dalam satu dasawarsa terakhir, transformasi digital telah mewarnai berbagai aspek kehidupan, termasuk mengubah konsep ekonomi dan keuangan digital. Foto SINDOnews
PALEMBANG - Dalam satu dasawarsa terakhir, transformasi digital telah mewarnai berbagai aspek kehidupan, termasuk dari sisi ekonomi dan keuangan. Transformasi digital juga telah mengubah konsep ekonomi dan keuangan digital seperti bagaimana proses bisnis dilaksanakan, bagaimana pedagang berinteraksi dengan konsumen, bagaimana pemerintah berinteraksi dengan masyarakat dan bagaimana konsumen akan mendapatkan layanan yang lebih baik dan informasi yang lebih transparan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Hari Widodo mengatakan, merespon perkembangan ekonomi digital tersebut, tentunya diperlukan peran pemerintah dan regulator untuk proaktif mendorong pengembangan dan perluasan ekosistem ekonomi dan keuangan digital. Baca juga: Terungkap! Begini Cara Baru Sri Mulyani Kejar Pajak via Online

"Dalam rangka meningkatkan penguatan sinergi antara Kementerian/lembaga, otoritas dan pelaku industri di bidang ekonomi dan keuangan digital, maka Bank Indonesia berkoordinasi dengan Kemenko Perekonomian serta Kementerian/lembaga terkait lainnya menyelenggarakan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) dengan tema Bersinergi dalam Akselerasi Digitalisasi Ekonomi dan Keuangan Indonesia," ujar Hari, Senin (5/4/2021).

Menurutnya, kegiatan yang diselenggarakan 5-8 April 2021 tersebut bertujuan untuk mendorong pengembangan inovasi dan pemanfaatan teknologi, meningkatkan pemahaman bagi masyarakat, serta mendukung pemulihan ekonomi nasional. Berbagai rangkaian kegiatan FEKDI antara lain launching Percepatan & Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD), showcase inovasi pendukung fast payment, dan berbagai talkshow menarik terkait ekonomi dan keuangan digital. Kegiatan ini juga dapat disaksikan secara virtual oleh masyarakat umum dengan mengakses website www.fekdi.co.id. Baca juga: Akselerasi Integrasi Digital Kunci Pemulihan Ekonomi Pasca COVID



Dijelaskan Hari, pihaknya senantiasa mendukung pengembangan ekonomi dan keuangan digital di daerah. Hal ini tercermin dari upaya bersama dalam mendorong Elektronifikasi Transaksi Pemerintah (ETP) dengan tujuan mengubah transaksi pengeluaran dan penerimaan pemerintah dari tunai menjadi non tunai melalui berbagai instrumen dan kanal pembayaran elektronik untuk mewujudkan efisiensi, efektivitas dan transparansi tata kelola keuangan pemerintah.

"Implementasi ETP pada tahun 2020 telah berhasil mendorong seluruh belanja langsung menerapkan non tunai dimana belanja Pemda di wilayah Provinsi Sumatera Selatan (Provinsi, Kabupaten/Kota) telah terimplementasi secara non tunai sebesar Rp42,46 triliun (triwulan III-2020) dengan ragam kanal pembayaran yang telah digunakan baik Teller, ATM, Mobile Banking. Hal ini menjadikan Provinsi Sumatera Selatan sudah berada pada tahap maju dan berada pada peringkat 10 secara nasional," terang Hari.

Digitalisasi transaksi melalui ETP, kata Hari, juga telah berhasil diterapkan pada sisi pendapatan daerah meliputi Pajak Hotel & Pajak Hiburan, Pajak Restoran, Pajak Reklame & Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan, Pajak Parkir, dan sebagainya. "Untuk meningkatkan penggunaan transaksi non tunai kita juga terus mendorong penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) oleh masyarakat," ucapnya.



Sebagai metode pembayaran terbaru yang diluncurkan oleh Bank Indonesia untuk memperluas alternatif pembayaran non tunai, QRIS memiliki berbagai manfaat antara lain lebih efisien, hasil penjualan tercatat otomatis, serta relatif lebih aman baik bagi pedagang ataupun pembeli karena tidak melibatkan uang tunai.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top