200 Ton Zircon yang Ditahan ESDM Diduga Mengandung Radioaktif

Senin, 05 April 2021 - 10:08 WIB
loading...
200 Ton Zircon yang...
Petugas saat melakukan pengecekan zircon mengunakan alat dektator. Foto/MPI/Haryanto
A A A
PANGKALPINANG - Sebanyak 200 ton zircon yang rencananya akan dikirim ke Wan Hai China, diduga mengandung bahan radioaktif.

Hal itu berdasarkan deteksi alat detektor radioaktif dari tim Direktorat Jendral (Ditjen) Mineral dan Batubara (Minerba), Kementerian Sumber Daya Minerba (ESDM) saat melakukan pengambilan sampel zircon, Minggu (4/4/2021).

Namun, untuk memastikan hal tersebut pihak Ditjen Minerba masih harus menunggu hasil ujian laboratorium dalam dua pekan kedepan.

"Kami datang ke sini untuk memastikan barang-barang yang ada di dalam karung ini isinya apa saja," kata Dirjen Minerba Kementerian ESDM, Ridwan Djamaluddin.

Pihak Ditjen sengaja menggunakan alat detektor tersebut, untuk memastikan apakah zircon milik PT Citra Alam Lestari yang sedanya sudah dikirim Sabtu (3/4/2021) malam itu, sudah dimurnikan atau belum.

Akan tetapi, alat detektor radioaktif tersebut medetaksi adanya sinyal yang diduga masih ada mineral monazite didalam beberapa jumbo bag berisi zircon itu.

Sebagaimana diketahui, 200 ton zircon yang dikemas dalam delapan kontainer itu gagal dikirim ke China karena diduga melanggar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kasus Penyelundupan...
Kasus Penyelundupan 796 Kg Sisik Trenggiling, WN Vietnam Diserahkan ke Kejari Cilegon
Bea Cukai Gagalkan Pengiriman...
Bea Cukai Gagalkan Pengiriman Rokok Ilegal Senilai Rp2 Miliar di Tabanan, Bali
Polisi Gagalkan Penyelundupan...
Polisi Gagalkan Penyelundupan Bahan Kimia Merkuri, 2 Orang Ditangkap
Bareskrim Bongkar Jaringan...
Bareskrim Bongkar Jaringan Penyelundupan Ponsel Impor Ilegal Rp235 Miliar
Polresta Bandara Soetta...
Polresta Bandara Soetta Gagalkan Penyelundupan 200.000 Benih Lobster
Gagalkan Penyelundupan...
Gagalkan Penyelundupan Pasir Timah ke Malaysia, Lemkapi Apresiasi Kinerja Bareskrim dan Polda Babel
Tata Kelola RKAB Perlu...
Tata Kelola RKAB Perlu Dibenahi demi Menjaga Pasokan Batu Bara
Satgas Lundup Polri...
Satgas Lundup Polri Bongkar Kasus Impor Ilegal Senilai Hampir Rp1 Triliun
B50 Mulai Berjalan 1...
B50 Mulai Berjalan 1 Juli 2026, Harga Solar Dipastikan Tidak Berubah
Rekomendasi
Setelah 2 Dekade, Hamas...
Setelah 2 Dekade, Hamas Bubarkan Badan Pemerintahan Gaza
Akankah Spanyol Siap...
Akankah Spanyol Siap Akhiri Mimpi Ronaldo di Piala Dunia?
UEFA Murka! FIFA Dituding...
UEFA Murka! FIFA Dituding Rusak Integritas Piala Dunia
Berita Terkini
Puluhan Siswa SMA Belajar...
Puluhan Siswa SMA Belajar Riset, AI, dan Keberlanjutan secara Langsung
92 WN China Pelaku Penipuan...
92 WN China Pelaku Penipuan Investasi di Batam Dideportasi, Seumur Hidup Dilarang ke Indonesia
UP2B Jabar Siaga 24...
UP2B Jabar Siaga 24 Jam Jaga Pasokan Listrik, Libur Sekolah Nyaman Berkat Kinerja PLN
Bang Jago yang Pukul...
Bang Jago yang Pukul Pengendara Motor di Jagakarsa Positif Sabu
3 Pelaku Penyerangan...
3 Pelaku Penyerangan yang Tewaskan 3 Polisi di Katingan Dibekuk
YLC-8 IKA ITS Siapkan...
YLC-8 IKA ITS Siapkan Generasi Pemimpin Adaptif Menuju Indonesia Emas 2045
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved