Walhi Sebut 3 Wilayah di NTT Ini Paling Banyak Timbulkan Korban Jiwa

Senin, 05 April 2021 - 07:17 WIB
loading...
Walhi Sebut 3 Wilayah...
Ilustrasi/Dok
A A A
KUPANG - Hujan deras disertai petir dan angin kencang, melanda sebagian besar wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dari jumlah korban jiwa, paling tinggi berada di tiga wilayah, yakni Adonara, Flotim dan Lembata.

Direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) NTT Umbu Wulang Tanaamahu Paranggi mengatakan, ketiga wilayah itu paling parah terkena banjir bandang dan longsor berdasarkan jumlah korban jiwanya.

"Sementara daerah Adonara, Flotim dan Lembata yang terparah dari segi korban jiwa. Sedangkan untuk luasan dampak itu Malaka dan Sumba Timur, karena meliputi banyak kecamatan," katanya, kepada Sindonews, Senin (5/4/2021).

Dilanjutkan dia, penyebab parahnya ketiga kawasan itu dikarenakan tingkat kepadatannya yang melebihi wilayah lain di NTT. Ditambah, terjadinya kerusakan lingkungan yang ada di wilayah hulu.

"Karena padat penduduk dan di kawasan dekat sungai, serta adanya kerusakan lingkungan di wilayah hulu," jelasnya.

Berdasarkan sementara yang berhasil dihimpun Walhi, di Flores Timur atau Flotim, korban jiwa mencapai 29 orang.

Sedang sebanyak 42 orang lainnya masih hilang terbawa derasnya banjir. Sementara 9 orang lainnya terluka.

Baca juga: Badai Besar Masih Menghantam NTT, Setop Bahas Kawinan Artis

Sementara di wilayah Lombelen, Lembata, Manggarai Barat, jumlah korban tewas sementara tercatat ada sekitar 21 orang.

Sedangkan 65 orang lainnya dikabarkan masih hilang terbawa derasnya banjir. Sementara 2 orang lainnya terluka.

Baca juga: Badai Hebat Terpa NTT, Marion Jola Tidak Bisa Tidur

"Masih banyak daerah yang evakuasi mandiri. Kalau kerugian material, digabung dengan kerusakan infrastruktur seperti bendungan dan jembatan, serta fasilitas publik lainnya, maka akan sampai triliun rupiah mas," pungkasnya.
(boy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BMKG Ingatkan Dampak...
BMKG Ingatkan Dampak El Nino, Ancaman Karhutla dan Kekeringan Mengintai
BMKG Peringatkan Siklon...
BMKG Peringatkan Siklon Tropis Mekkhala Menguat, Wilayah Ini Berpotensi Diterjang Gelombang Tinggi
BMKG Deteksi Siklon...
BMKG Deteksi Siklon Tropis Mekkhala, Ingatkan Potensi Hujan Lebat
Gempa M 5,0 Guncang...
Gempa M 5,0 Guncang NTT, Tidak Berpotensi Tsunami
BMKG Ungkap 5 Daerah...
BMKG Ungkap 5 Daerah Tak Diguyur Hujan Lebih Sebulan, Probolinggo Terlama
Hujan Diprediksi Guyur...
Hujan Diprediksi Guyur Sebagian Besar Jakarta Siang hingga Sore Hari Ini
Walhi Minta Pembahasan...
Walhi Minta Pembahasan Revisi UU HAM Ditunda
Pantau Badai Monsun...
Pantau Badai Monsun di Teluk Benggala, BMKG Ungkap Dampaknya ke Indonesia
Eks Pj Sekda Kupang...
Eks Pj Sekda Kupang Gabung Perindo NTT, Konsolidasi Politik Diperkuat dan Target Rebut Kembali Basis Politik
Rekomendasi
Pasar Modal RI Terancam...
Pasar Modal RI Terancam Turun Kasta ke Frontier Market, MSCI Ultimatum hingga November 2026
Badan Gizi Nasional...
Badan Gizi Nasional dan Reduksi Orkestrasi Pemenuhan Gizi
Ungkap Penyebab Gaji...
Ungkap Penyebab Gaji Guru Tidak Naik, Prabowo: Uangnya Nggak Ada
Berita Terkini
BNPP Perkuat Pengawasan...
BNPP Perkuat Pengawasan Perbatasan RI-Timor Leste via Survei Pengendalian Jalur Tak Resmi di Belu
Taufik Hidayat Pelaku...
Taufik Hidayat Pelaku Penganiayaan Pacar Ditahan di Sel Khusus
Prakiraan Cuaca Jakarta...
Prakiraan Cuaca Jakarta Rabu 24 Juni 2026: Berawan Sejak Pagi, Berpotensi Hujan Ringan Sore Hari
Di Diskusi Partai Perindo,...
Di Diskusi Partai Perindo, JJ Rizal Minta Gubernur Jakarta Belajar dari Soekarno
Polisi Tangkap Taufik...
Polisi Tangkap Taufik Hidayat Penganiaya Pacar di Bandung lewat Transaksi Belanja
DPW Partai Perindo DKI...
DPW Partai Perindo DKI Launching Warkop Aspirasa, Gelar Diskusi Refleksi 499 Tahun Jakarta
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved