BPK Diminta Profesional Audit Kerugian Negara RS Batua
Minggu, 04 April 2021 - 20:31 WIB
loading...
A
A
A
"Kapan saja keluar kami tetap tunggu. Sudah sejak Januari itu kita berikan ke sana (BPK) untuk audit. Memang audit itu lama, terkadang juga cepat, bisa tiga bulan, enam bulan tergantung mereka. Memang harus hati-hati sesuai fakta," tutur Perwira menengah Polri satu bunga ini.
Dia menyatakan, penetapan tersangka kasus itu sisa menunggu audit BPK RIkarea semua bukti sudah cukup.
Baca Juga: Penetapan Tersangka Korupsi RS Batua Tunggu Audit BPK
Kabid Humas Polda Sulsel , Kombes Pol E Zulpan mengaku, penyidikan atas kasus tersebut masih terus berjalan. Puluhan saksi sudah diperiksa. Hanya saja, dia berdalih sisa menunggu hasil audit kerugian negara dari BPK sebelum tersangka ditetapkan.
“Masih dalam tahap penyidikan, belum ada tersangka memang. Saya sudah koordinasi dengan Direktur Ditreskrimsus, katanya masih tahap penyidikan. Untuk teknisnya mungkin tidak bisa diungkap ke publik dulu. Agar tidak membuat kaburnya tersangka,” paparnya.
Ditreskrimsus Polda Sulsel sebelumnya menemukan banyak kejanggalan yang terdapat pada konstruksi bangunan gedung RS Batua. Hal itu ditemukan penyidik saat melakukan kunjungan lapangan di RS yang terletak di Jalan Abd Dg Sirua Makassar, Senin (18/1) lalu.
Dia menyatakan, penetapan tersangka kasus itu sisa menunggu audit BPK RIkarea semua bukti sudah cukup.
Baca Juga: Penetapan Tersangka Korupsi RS Batua Tunggu Audit BPK
Kabid Humas Polda Sulsel , Kombes Pol E Zulpan mengaku, penyidikan atas kasus tersebut masih terus berjalan. Puluhan saksi sudah diperiksa. Hanya saja, dia berdalih sisa menunggu hasil audit kerugian negara dari BPK sebelum tersangka ditetapkan.
“Masih dalam tahap penyidikan, belum ada tersangka memang. Saya sudah koordinasi dengan Direktur Ditreskrimsus, katanya masih tahap penyidikan. Untuk teknisnya mungkin tidak bisa diungkap ke publik dulu. Agar tidak membuat kaburnya tersangka,” paparnya.
Ditreskrimsus Polda Sulsel sebelumnya menemukan banyak kejanggalan yang terdapat pada konstruksi bangunan gedung RS Batua. Hal itu ditemukan penyidik saat melakukan kunjungan lapangan di RS yang terletak di Jalan Abd Dg Sirua Makassar, Senin (18/1) lalu.
Lihat Juga :