2 Korban Banjir Bandang dan Longsor di Flores Timur Masih Hilang
Minggu, 04 April 2021 - 14:24 WIB
loading...
Banjir bandang dan longsor menerjang wilayah Kabupaten Flores Timur, NTT. Foto/Dok. BNPB
A
A
A
JAKARTA - BPBD Kabupaten Flores Timur, melaporkan sebanyak 23 warga meninggal dunia akibat banjir bandang dan longsor yang dipicu hujan dengan intensitas tinggi di beberapa kecamatan pada Minggu (4/4/2021) pagi ukul 01.00 WITA. Dua orang lainnya masih dalam pencarian.
Baca juga: 23 Orang Tewas Diterjang Banjir Bandang dan Longsor di Flores Timur, Bantuan Belum Datang
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati dalam siaran pers tertulisnya menyebutkan, BPBD Kabupaten Flores Timur melaporkan korban meninggal sebanyak 23 jiwa, sembilan orang luka-luka, dan dua masih hilang.
"BPBD juga melaporkan 49 kepala keluarga terdampak. Sebanyak 20 korban meninggal dan lima orang luka teridentifikasi di Desa Lamanele, Kecamatan Ile Bokeng. Tiga korban meninggal lainnya yang berhasil ditemukan di Desa Oyang Barang, Kecamatan Wotan Ulumado," ujarnya.
Baca juga: 23 Orang Tewas Diterjang Banjir Bandang dan Longsor di Flores Timur, Bantuan Belum Datang
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati dalam siaran pers tertulisnya menyebutkan, BPBD Kabupaten Flores Timur melaporkan korban meninggal sebanyak 23 jiwa, sembilan orang luka-luka, dan dua masih hilang.
"BPBD juga melaporkan 49 kepala keluarga terdampak. Sebanyak 20 korban meninggal dan lima orang luka teridentifikasi di Desa Lamanele, Kecamatan Ile Bokeng. Tiga korban meninggal lainnya yang berhasil ditemukan di Desa Oyang Barang, Kecamatan Wotan Ulumado," ujarnya.
Lihat Juga :