Mudik Dilarang, Epidemiolog UI: Masih Tetap Ada yang Nekat
Kamis, 01 April 2021 - 15:04 WIB
loading...
A
A
A
Terkait vaksinasi, Miko menuturkan, bahwa itu tidak 100 persen membuat individu menjadi kebal. Mereka yang sudah divaksin hanya memiliki probability lebih kecil untuk terkena infeksi dibanding yang belum divaksin.
“Orang yang divaksin dan tidak, akan berbeda probabilitias infeksinya. Yang divaksin lebih kecil (probabiliti) tapi bukan berarti bebas dari infeksi. Mengurangi probabilitas saja,” katanya. Baca juga:Libur Paskah 2021, PNS Dilarang Mudik & Liburan ke Luar Kota
Penularan akan tetap terjadi baik pada yang sudah divaksin atau belum hanya saja soal probability. Mereka yang sudah divaksin akan berkurang 1/3 probabilitynya dibanding yang belum.
“Jumlah penularan akan terjadi baik yang sudah divaksin atau belum cuma probabilitas saja. Yang divaksin akan berkurang 1/3,”
bebernya kembali.
Dengan vaksinasi massal yang dilakukan pemerintah memang mengurangi angka resiko penularan. Jika melihat pada tren libur panjang sebelum vaksin masuk dalam skala sedang. Dengan vaksin bisa diturunkan menjadi lebih rendah.
“Orang yang divaksin dan tidak, akan berbeda probabilitias infeksinya. Yang divaksin lebih kecil (probabiliti) tapi bukan berarti bebas dari infeksi. Mengurangi probabilitas saja,” katanya. Baca juga:Libur Paskah 2021, PNS Dilarang Mudik & Liburan ke Luar Kota
Penularan akan tetap terjadi baik pada yang sudah divaksin atau belum hanya saja soal probability. Mereka yang sudah divaksin akan berkurang 1/3 probabilitynya dibanding yang belum.
“Jumlah penularan akan terjadi baik yang sudah divaksin atau belum cuma probabilitas saja. Yang divaksin akan berkurang 1/3,”
bebernya kembali.
Dengan vaksinasi massal yang dilakukan pemerintah memang mengurangi angka resiko penularan. Jika melihat pada tren libur panjang sebelum vaksin masuk dalam skala sedang. Dengan vaksin bisa diturunkan menjadi lebih rendah.
Lihat Juga :