Atlet Veteran Peraih Puluhan Medali, Kini Menjadi Tukang Becak

Sabtu, 27 Maret 2021 - 15:37 WIB
loading...
Atlet Veteran Peraih...
Mantan atlet veteran Darmianto dengan becaknya saat menunggu penumpang di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Salatiga, Sabtu (27/3/2021). Foto/Angga Rosa
A A A
SEMARANG - Atlet veteran Darmianto (80) warga Krandon Lor RT 20/ VII, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang namanya tak asing bagi insan olahraga di Kota Salatiga dan Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Darmianto dikenal sebagai atlet lari peraih puluhan medali kekuatan regional hingga internasional.

Meski sudah berusia senja, Darmianto hingga saat ini masih aktif latihan dan rutin mengikuti berbagai kejuaran. Sedangkan untuk mengisi waktu luang dan mencari penghasilan, Darmianto sejak beberapa tahun lalu menjadi tukang becak. Baca juga: Sprinter Amerika Serikat Pecahkan Rekor Dunia Lari Gawang Indoor

Setiap hari, seusai latihan dia ngetem (mencari penumpang) di Jalan Jenderal Sudirman, Salatiga. Namun setiap Jumat kakek yang sudah memiliki 10 orang cucu ini, istirahat di rumah alias libur. "Setiap hari, kecuali hari Jumat saya masih berlatih. Dari rumah ke Salatiga, jaraknya sekitar 11 kilometer saya berlari. Kalau belum capek, saya lanjutkan latihan di Kridanggo," ujarnya saat ditemui di kawasan Jalan Jenderal Sudirman Salatiga, Sabtu (27/3/2021).

Darmianto menuturkan, semasa menjadi atlet lari, dirinya berhasil menyabet puluhan medali kejuaran lari tingkat regional, nasional, dan internasional. Menariknya, prestasi tersebut diukirnya setelah menapaki usia kepala empat. "Saya menjadi atlet sejak 1971 silam. Saat itu, usia saya sudah memasuki 35 tahun," katanya.

Lebih lanjut Darmianto menceritakan kisah hidup dan perjalanannya menjadi atlet. Di usia remaja, Darmianto suka dengan olah raga lari. Namun saat itu, hanya sebatas hobi dan belum memiliki pikiran untuk mengikuti Kejuaran lari.

Meski sudah bekerja sebagai tukang becak, namun setiap hari dirinya tetap menyalurkan hobi. "Hobi itu saya salurkan setiap pagi sebelum bekerja dengan berlari dari rumah menuju Salatiga (ke tempat kerja). Sesampainya di Salatiga saya langsung mengambil becak di rumah pemiliknya dan mangkal di Jensud (Jalan Sudirman)," tuturnya.

Selanjutnya, pada saat usianya menginjak 44 tahun, tepatnya pada 1980, Darminto memiliki pemikiran untuk menjajal kemampuannya berlari dengan mengikuti seleksi training center Pelatnas lari maraton di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. "Saat itu, saya tidak punya uang untuk berangkat ke sana (Wonogiri). Akhirnya saya nekat berangkat ke Wonogiri dengan menaiki sepeda ontel. Berangkat dari rumah jam 5 pagi sampai sana jam 2 siang,” ungkapnya.

Sesampainya di Wonogiri, Darmianto langsung menghubungi panitia dan mengutarakan niat kedatangannya. Setelah mendaftarkan diri, Darmianto langsung bergabung dengan pelari muda Pelatnas di garis star untuk mengikuti uji coba lari maraton menempuh jarak sekitar 40 kilometer.

Selang beberapa waktu kemudian, uji coba lari maraton tersebut dimulai. Meski tidak masuk tiga besar, namun Darmianto bisa berlari sampai garis finish. Setelah mengikuti uji coba lari maraton itu, nama Darmianto mulai dikenal sebagai pelari veteran.Lantas dirinya mengawali karirnya dengan mengikuti kejuraan regional di Salatiga dan menyabet juara pertama. "Mulai saat itu, saya terus giat berlatih sendiri dan mengikuti sejumlah kejuaran tingkat nasional. Hasilnya, saya mendapat sejumlah medali," katanya.

Menurut Darmianto, semenjak menjuarai berbagai kejuaran lari tingkat nasional, namanya naik daun. Bahkan dirinya menjadi pelari veteran yang diperhitungkan di tingkat nasional. Kemudian pada 1990, Darmianto mewakili Indonesia mengikuti kejuaran internasional lari atlet veteran di Malaysia. Dia berhasil menyabet medali emas. "Pada 1992 saya kembali mengikuti kejuaran lari serupa di Malaysia. Alhamdulillah saya kembali bisa meraih medali emas," terangnya.

Saat mengikuti kejuaraan di Malaysia, Darmianto menyabet empat medali emas dan satu medali perak. Mendali emas diraih pada kejuaraan lari nomor 10 km; 5 km; 1,5 km dan 800 meter. Sedangkan medali peraknya diraihnya dari nomor maraton. Baca juga: Mulai Hari Ini 'Kekuasaan' Luhut Merambah Dunia Atletik

Selang beberapa waktu kemudian, Darmianto mengikuti kejuaraan master di Singapura. Hasilnya, berhasil meraih tiga medali emas dan satu perak. “Meski telah berhasil menjuarai sejumlah kejuaran lari, tapi saya tetap menekuni pekerjaan saya jadi tukang becak. Setelah ikut kejuaran, saya kembali ke rumah dan bekerja narik becak,” tukasnya.

Dia juga ingin terus mengabdikan diri didunia atletik. Bapak lima anak ini juga siap menularkan ilmunya kepada generasi penerus jika ada yang menawarinya menjadi pelatih lari.
(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bea Cukai-BAIS TNI Bongkar...
Bea Cukai-BAIS TNI Bongkar Produksi Pita Cukai Ilegal di Jateng, Selamatkan Kerugian Negara Rp570 Miliar
Gubernur Sultra Dukung...
Gubernur Sultra Dukung Pembinaan Atlet, Revitalisasi Infrastruktur Olahraga Dianggarkan
Banjir dan Longsor Kepung...
Banjir dan Longsor Kepung Jateng: 3 Meninggal dan Ribuan Warga Terdampak
Komisi IV DPRD Kota...
Komisi IV DPRD Kota Bogor dan Dispora Matangkan Persiapan Porprov 2026
Rusun Wisma Atlet Siap...
Rusun Wisma Atlet Siap Ditempati ASN TNI-Polri, Ini Kisaran Harga Sewanya
Ciputra Hospital CitraRaya...
Ciputra Hospital CitraRaya dan KONI Kabupaten Tangerang MoU Peningkatan Kesehatan Atlet
Wakil Kepala BPS Canangkan...
Wakil Kepala BPS Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Jawa Tengah: Ada Jutaan Harapan di Balik Data Statistik
Kawal Dana RT Rp25 Juta,...
Kawal Dana RT Rp25 Juta, Wali Kota Agustina Pastikan Pengurus Lingkungan Didampingi Total
Wali Kota Agustina Tegaskan...
Wali Kota Agustina Tegaskan Kerukunan Jadi Kekuatan Utama Membangun Kota Semarang
Rekomendasi
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat Inap Atas Rekomendasi Dokter
Biogas, Energi Terbarukan...
Biogas, Energi Terbarukan sebagai Upaya Mencapai Target Net Zero Emission
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
Berita Terkini
Sambut 5 Abad Jakarta,...
Sambut 5 Abad Jakarta, Pramono Anung Siapkan 500 Ondel-ondel Karya Desainer Top
Warga Rawa Buaya Bersyukur...
Warga Rawa Buaya Bersyukur Terima Bantuan Kursi Roda dari Dina Masyusin dan Dinsos
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
Almamater Lima Soroti...
Almamater Lima Soroti Dugaan Penyusutan Lahan Taman Potret Tangerang
Dokter Tifa Pakai Kursi...
Dokter Tifa Pakai Kursi Roda hingga Dibopong usai Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri
Kurang dari 12 Jam,...
Kurang dari 12 Jam, Satreskrim Polres Pelalawan Tangkap Perampok Sadis
Infografis
Klasemen Medali SEA...
Klasemen Medali SEA Games 2025: Indonesia Pastikan Finis Runner-up
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved