Rumah Disegel Satpol PP, Janda Miskin di Tangsel Ungkap Sosok Dermawan
Kamis, 25 Maret 2021 - 22:43 WIB
loading...
A
A
A
Pihak sekolah membelinya karena lahan itu nantinya akan diperuntukkan bagi fasilitas pendukung sekolah. Awal April pekan depan, Arti harus segera pindah karena bangunan rumah tersebut akan digusur dan diratakan. "Dikasih batas waktu sampai awal April, katanya mau diratain sama sekolah," katanya.
Sebagian uang hasil penjualan rumah digunakannya untuk melunasi hutang di salah satu bank, hutang kredit leasing sepeda motor. Lalu sisanya diperuntukkan untuk pembangunan bakal rumah barunya di Kampung Maruga.
Menurut Arti, awalnya dia tak yakin akan mendapat rumah baru karena uang sisa penjualan rumah tak seberapa. Namun di balik kecemasan itu, seorang sepupunya bernama Supriadi datang mengulurkan bantuan.
"Dia mah emang orangnya begitu, dermawan banget. Sering bantu-bantuin. Bukan sama saya aja, sama orang lain juga. Waktu saya lagi kebingungan, ke beli rumah lagi apa enggak ya?, dia langsung bilang ke saya, mpok tenang aja, mpok bangun rumah di atas tanah saya, udah mpok bangun nanti saya bantuin," tuturnya.
Rumah baru Arti berdiri dengan luas sekira 70 meter persegi, terdiri atas 2 kamar. Nantinya tersedia pula ruangan yang bisa digunakan untuk Arti berjualan. Sayang, proses pembangunan rumah terhenti karena telah disegel petugas Satpol PP.
"Itu mah emang dia (Supriadi) bantuin, ditanyain ke saya, mpok mau pakai apa ubinnya? terus dia sendiri yang nyuruh masangin granit segala macem. Kalau dari uang saya doang kan nggak mungkin bisa kebangun rumah begitu. Tapi dia emang kalau bantu ya bener-bener dibantu, makanya rejeki dia berkah, ada aja," sambungnya.
Pembangunan rumah baru bagi Arti lantas dianggap kedok belaka. Salah satu LSM dan petugas Satpol PP menduga, pembangunan rumah itu tak sesuai peruntukannya sebagai tempat tinggal bagi Arti. Apalagi, bahan material rumah tergolong mewah.
Sebagian uang hasil penjualan rumah digunakannya untuk melunasi hutang di salah satu bank, hutang kredit leasing sepeda motor. Lalu sisanya diperuntukkan untuk pembangunan bakal rumah barunya di Kampung Maruga.
Menurut Arti, awalnya dia tak yakin akan mendapat rumah baru karena uang sisa penjualan rumah tak seberapa. Namun di balik kecemasan itu, seorang sepupunya bernama Supriadi datang mengulurkan bantuan.
"Dia mah emang orangnya begitu, dermawan banget. Sering bantu-bantuin. Bukan sama saya aja, sama orang lain juga. Waktu saya lagi kebingungan, ke beli rumah lagi apa enggak ya?, dia langsung bilang ke saya, mpok tenang aja, mpok bangun rumah di atas tanah saya, udah mpok bangun nanti saya bantuin," tuturnya.
Rumah baru Arti berdiri dengan luas sekira 70 meter persegi, terdiri atas 2 kamar. Nantinya tersedia pula ruangan yang bisa digunakan untuk Arti berjualan. Sayang, proses pembangunan rumah terhenti karena telah disegel petugas Satpol PP.
"Itu mah emang dia (Supriadi) bantuin, ditanyain ke saya, mpok mau pakai apa ubinnya? terus dia sendiri yang nyuruh masangin granit segala macem. Kalau dari uang saya doang kan nggak mungkin bisa kebangun rumah begitu. Tapi dia emang kalau bantu ya bener-bener dibantu, makanya rejeki dia berkah, ada aja," sambungnya.
Pembangunan rumah baru bagi Arti lantas dianggap kedok belaka. Salah satu LSM dan petugas Satpol PP menduga, pembangunan rumah itu tak sesuai peruntukannya sebagai tempat tinggal bagi Arti. Apalagi, bahan material rumah tergolong mewah.
Lihat Juga :