Rumah Disegel Satpol PP, Janda Miskin di Tangsel Ungkap Sosok Dermawan
Kamis, 25 Maret 2021 - 22:43 WIB
loading...
A
A
A
Kepala Seksi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Tangsel, Muksin Alfachri, menyebut, pihaknya akan segera memanggil pemilik lahan pada Senin 29 Maret 2021. Pemanggilan itu untuk mendalami apakah rumah yang dibangun memang akan dimiliki oleh Arti. Baca juga: 4 Janda di Palembang Tertipu 1 Pria, Modus Nikah Secara Siri Lalu Harta Dibawa Pergi
"Intinya kita menjalankan sesuai SOP, Senin kita panggil. Kita akan memastikan, apa betul rumah yang dibangun itu nanti untuk janda ini. Kalau niatnya memang untuk membantu orang nggak punya, kan bagus. Tapi jangan sampai, janda ini cuma dimanfaatkan doang," kata Muksin terpisah.
Pandangan sumir sejumlah pihak yang menyebut ada kejanggalan dalam pembangunan rumah baru Arti langsung dibantah. Supriyadi menegaskan, bahwa dia lah yang menyarankan Arti membangun rumah di atas lahannya.
"Memang saya yang nyuruh, kesian kan ini mpok saya. Kita ini saudara beneran, bukan saudara-saudaraan. Mpok saya tinggal di sini, akses jalannya ditutup. Saya bilang ke mpok, saya bantu mpok pakai aja tanah saya, mpok bangun. Kalau mau ubinnya pakai apa kek, itu saya yang bantu. Kenapa yang lain pada repot," jelas Supriadi.
Dilanjutkan Supriadi, dia memang memiliki lahan seluas sekitar 600 meter persegi di Kampung Maruga. Awalnya lahan itu adalah kebun bambu, lantas dia pun berencana memagarinya. Namun mendengar Arti risau karena uangnya tak cukup membangun rumah baru, Supriadi langsung menawarkan bantuan itu.
"Itu tanah saya beli, sertifikatnya lagi proses balik nama dari pemiliknya pertama. Jadi keliru kalau ada orang beranggapan, nanti di lahan itu mau dibangun bengkel segala macem. Saya sampai buat surat pernyataan kalau memang yang dibangun itu buat rumah mpok saya," tukasnya.
"Intinya kita menjalankan sesuai SOP, Senin kita panggil. Kita akan memastikan, apa betul rumah yang dibangun itu nanti untuk janda ini. Kalau niatnya memang untuk membantu orang nggak punya, kan bagus. Tapi jangan sampai, janda ini cuma dimanfaatkan doang," kata Muksin terpisah.
Pandangan sumir sejumlah pihak yang menyebut ada kejanggalan dalam pembangunan rumah baru Arti langsung dibantah. Supriyadi menegaskan, bahwa dia lah yang menyarankan Arti membangun rumah di atas lahannya.
"Memang saya yang nyuruh, kesian kan ini mpok saya. Kita ini saudara beneran, bukan saudara-saudaraan. Mpok saya tinggal di sini, akses jalannya ditutup. Saya bilang ke mpok, saya bantu mpok pakai aja tanah saya, mpok bangun. Kalau mau ubinnya pakai apa kek, itu saya yang bantu. Kenapa yang lain pada repot," jelas Supriadi.
Dilanjutkan Supriadi, dia memang memiliki lahan seluas sekitar 600 meter persegi di Kampung Maruga. Awalnya lahan itu adalah kebun bambu, lantas dia pun berencana memagarinya. Namun mendengar Arti risau karena uangnya tak cukup membangun rumah baru, Supriadi langsung menawarkan bantuan itu.
"Itu tanah saya beli, sertifikatnya lagi proses balik nama dari pemiliknya pertama. Jadi keliru kalau ada orang beranggapan, nanti di lahan itu mau dibangun bengkel segala macem. Saya sampai buat surat pernyataan kalau memang yang dibangun itu buat rumah mpok saya," tukasnya.
(mhd)
Lihat Juga :