Terminal Baranangsiang Bogor Jadi Kawasan TOD, BPTJ Segera Revisi IMB
Kamis, 25 Maret 2021 - 06:11 WIB
loading...
Pemkot Bogor terus berupaya maksimal untuk merealisasikan rencana pembangunan Terminal Baranangsiang, Kota Bogor, menjadi kawasan TOD.Foto/SINDOnews/Ilustrasi.dok
A
A
A
JAKARTA - Pemkot Bogor terus berupaya maksimal untuk merealisasikan rencana pembangunan Terminal Baranangsiang , Kota Bogor, menjadi kawasan Transit Oriented Development (TOD). Hal itu terungkap dalam pertemuan serta pembahasan lanjutan bersama Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) dan PT Pancakarya Grahatama Indonesia (PGI) di Balai Kota Bogor, Rabu (24/3/2021) siang.
Pertemuan yang dipimpin Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim itu turut menghadirkan Direktur Prasarana BPTJ Kemenhub, Edi Nursalam dan jajaran Direksi PT PGI. Menurut Direktur Prasarana BPTJ, Edi Nursalam, pengembangan terminal tersebut sempat tertunda selama sembilan tahun lamanya.
Seharusnya pengembangan kawasan terminal dilakukan oleh PT PGI, namun karena ada hal lain yang tak memungkinkan untuk dibangun, sehingga rencana untuk menata Terminal Baranangsiang belum terealisasi."Kita minta dukungan ke Wakil Wali Kota Bogor untuk tindak lanjut pembangunan terminal Baranangsiang. Kita akan mulai lagi, kaitannya dengan Pemda Bogor (Pemkot Bogor)," ujar Edi usai rapat Tindaklanjut Integrasi Kawasan TOD Baranangsiang di Paseban Narayana, Balai Kota Bogor.
Edi menuturkan, BPTJ akan merevisi izin mendirikan bangunan (IMB) yang lama sekaligus tata ruangnya. Dia juga mengungkapkan bahwa Terminal Baranangsiang merupakan bagian dari kawasan TOD. "BPTJ akan menata kawasan itu, dan Terminal Baranangsiang jadi bagian kawasan itu," katanya. Baca: Bikin Rusak Jalan Kabupaten Bogor, Truk ODOL Ditertibkan
Edi melanjutkan, meski ada perubahan IMB, akan tetapi fungsi terminal Baranangsiang tetap sama. Hanya saja, bagian kawasan TOD bakal terintegrasi dengan kawasan komersial. Selain itu, BTPJ akan memperluas radius kawasan tersebut minimal 400 meter untuk menunjang pengembangan Terminal Baranangsiang.
Pertemuan yang dipimpin Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim itu turut menghadirkan Direktur Prasarana BPTJ Kemenhub, Edi Nursalam dan jajaran Direksi PT PGI. Menurut Direktur Prasarana BPTJ, Edi Nursalam, pengembangan terminal tersebut sempat tertunda selama sembilan tahun lamanya.
Seharusnya pengembangan kawasan terminal dilakukan oleh PT PGI, namun karena ada hal lain yang tak memungkinkan untuk dibangun, sehingga rencana untuk menata Terminal Baranangsiang belum terealisasi."Kita minta dukungan ke Wakil Wali Kota Bogor untuk tindak lanjut pembangunan terminal Baranangsiang. Kita akan mulai lagi, kaitannya dengan Pemda Bogor (Pemkot Bogor)," ujar Edi usai rapat Tindaklanjut Integrasi Kawasan TOD Baranangsiang di Paseban Narayana, Balai Kota Bogor.
Edi menuturkan, BPTJ akan merevisi izin mendirikan bangunan (IMB) yang lama sekaligus tata ruangnya. Dia juga mengungkapkan bahwa Terminal Baranangsiang merupakan bagian dari kawasan TOD. "BPTJ akan menata kawasan itu, dan Terminal Baranangsiang jadi bagian kawasan itu," katanya. Baca: Bikin Rusak Jalan Kabupaten Bogor, Truk ODOL Ditertibkan
Edi melanjutkan, meski ada perubahan IMB, akan tetapi fungsi terminal Baranangsiang tetap sama. Hanya saja, bagian kawasan TOD bakal terintegrasi dengan kawasan komersial. Selain itu, BTPJ akan memperluas radius kawasan tersebut minimal 400 meter untuk menunjang pengembangan Terminal Baranangsiang.
Lihat Juga :