Bongkar Komplotan Home Industri Tembakau Gorila Jakarta-Bandung, Polda Metro Tangkap 7 Tersangka

Senin, 22 Maret 2021 - 19:59 WIB
loading...
Bongkar Komplotan Home...
Subdit 1 Diresnarkoba Polda Metro Jaya menangkap 7 orang yang terlibat dalam sindikat home industri tembakau sintetis Gorila di Jakarta dan Bandung pada awal Maret 2021. Foto/MPI Portal/Carlos Roy Fajarta
A A A
JAKARTA - Jajaran Subdit 1 Diresnarkoba Polda Metro Jaya menangkap 7 orang yang terlibat dalam sindikat home industri tembakau sintetis Gorila di Jakarta dan Bandung pada awal Maret 2021. Ketujuh orang tersangka berinisial EM, HA, M, RZ, NPS, RSW, dan EA diamankan polisi di sejumlah lokasi berbeda.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus menyebutkan, para tersangka dikendalikan oleh tersangka berinisial V narapidana salah satu lapas di Jakarta. Tersangka V diketahui merekrut sejumlah orang dan membeli bahan serta menjual tembakau sintetis gorila siap pakai melalui media sosial.

"Tembakau sintetis gorila ini saat ini sedang beredar cukup pesat di kalangan masyarakat karena harganya cukup murah, yakni Rp450.000 per 5 gram," ujar Yusri Yunus, Senin (22/3/2021).

Yusri menambahkan, untuk tersangka berinisial EM bertugas memproduksi tembakau gorila dan dibayar sebesar Rp3 juta untuk satu kali produksi. (Baca juga; Gerebek Pabrik Tembakau Gorila di Kemanggisan, Polisi Tangkap Empat Orang )

"Dalam seminggu EM ini bisa memproduksi 1 sampai dua kali, sekali produksi menghasilkan 3 kilogram, dia diajarkan oleh V melalui video tutorial dari media sosial. Dia menggunakan tembakau sintetis yang dicampur dengan sejumlah bahan kimia," jelas Yusri Yunus.

EM seorang perempuan yang bertugas memproduksi tembakau sintetis diamankan di Apartemen Sunter Park View Tower C Kamar AC0303 pada Jumat (5/3/2021). Sedangkan, HA (kurir) yang ditugaskan mengambil dan mengantar tembakau sintetis gorila dari V diamankan pada Selasa (2/3/2021) di Margahayu Jaya, Bekasi Timur.

Kemudian tersangka M dan RZ diamankan Batu Ampar Kramat Jati pada Jumat (12/3/2021) lalu. Mereka bertugas memproduksi tembakau gorila, membeli tembakau sintetis dari akun Fortune Jack, serta menjual tembakau sintetis gorila dengan nama akun Emergency dan Legendary Mamoth.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ungkap Kondisi Terkini...
Ungkap Kondisi Terkini Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Masih Terpasang Infus
Kuasa Hukum Prioritaskan...
Kuasa Hukum Prioritaskan Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan saat Penyerahan ke Kejaksaan
Kasus Ijazah Jokowi,...
Kasus Ijazah Jokowi, Roy Suryo akan Ajukan Penangguhan Penahanan
Rekomendasi
Ikut Audisi Miss Indonesia...
Ikut Audisi Miss Indonesia 2026, Wakil dari Sumut Ini Ingin Menginspirasi Perempuan Indonesia
Langkah Membumi 2026...
Langkah Membumi 2026 Dimulai, Hadirkan Program Sustainability yang Lebih Pop untuk Anak Muda
Paradoks Tata Kelola...
Paradoks Tata Kelola Batu Bara di Indonesia
Berita Terkini
Kadishub DKI Sangkal...
Kadishub DKI Sangkal Anak Buahnya Minta Duit Rp250 Ribu ke Ojol yang Motornya Diangkut
Gempa Magnitudo 4,1...
Gempa Magnitudo 4,1 Kembali Guncang Sigi, BMKG Catat 1.163 Gempa Susulan Pascagempa M6,7
Kasus Pemuda Tewas di...
Kasus Pemuda Tewas di Selokan Mustikajaya: 4 Orang Ditangkap, Motif Digali Polisi
Dukung Rumah Pastori...
Dukung Rumah Pastori GPdI Eklesia Amban, Kemenag Komitmen Pembangunan Sarana Keagamaan
Aktivitas Gunung Anak...
Aktivitas Gunung Anak Krakatau Meningkat, Masyarakat Diimbau Waspada
Pemerintah Paksa Daerah...
Pemerintah Paksa Daerah Hentikan Open Dumping Sampah dengan Skema Stick and Carrot
Infografis
Ini Usulan Harga Tiket...
Ini Usulan Harga Tiket Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved