60 Persen Orang Tua Siswa SMPN 2 Bekasi Setuju Belajar Tatap Muka Digelar
Senin, 22 Maret 2021 - 14:20 WIB
loading...
A
A
A
Kemudian besok giliran kelas VIII, kemudian Rabu giliran kelas IX dengan jumlah rombel yang sama, yakni hanya 3 saja. Bagi 40 persen siswa yang tak mendapatkan izin dari orang tua murid, tetap mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ) bersama siswa yang menunggu giliran PTM yang nanti disampaikan pihak sekolah.
Rudy menjelaskan digelarnya kembali PTM menjadi momen penting dalam aspek pendidikan di Kota Bekasi, terlebih lagi, PTM dikatakannya sangat berpengaruh besar pada pembentukan karakteristik siswa. Sebab, pembentukan karakter tidak bisa dengan media sosial.
"Guru sebagai tokoh pembentuk karakter tidak bisa terlepas dari PTM," jelasnya. Baca juga:Dimulai Hari Ini, Belajar Tatap Muka di SMPN 2 Bekasi Terapkan Prokes
Sementara salah satu orang tua murid, Nisa (38) bersyukur digelarnya kembali pembelajaran tatap muka (PTM) di SMPN 2 Kota Bekasi. Selama kurang lebih setahun sejak pembelajaran jarak jauh (PJJ) dimulai, dia mengeluhkan harus kembali mengajari anak-anaknya mengenai materi pelajaran yang telah disampaikan guru.
"Anak saya kan 3 yang masih sekolah. Kalau dia belajar online, kan saya awasin. Tapi klo enggak ngerti ya nanya lagi ke saya kalau sudah selesai belajar. Jadi bikin kita kerja dua kali," ungkapnya.
Rudy menjelaskan digelarnya kembali PTM menjadi momen penting dalam aspek pendidikan di Kota Bekasi, terlebih lagi, PTM dikatakannya sangat berpengaruh besar pada pembentukan karakteristik siswa. Sebab, pembentukan karakter tidak bisa dengan media sosial.
"Guru sebagai tokoh pembentuk karakter tidak bisa terlepas dari PTM," jelasnya. Baca juga:Dimulai Hari Ini, Belajar Tatap Muka di SMPN 2 Bekasi Terapkan Prokes
Sementara salah satu orang tua murid, Nisa (38) bersyukur digelarnya kembali pembelajaran tatap muka (PTM) di SMPN 2 Kota Bekasi. Selama kurang lebih setahun sejak pembelajaran jarak jauh (PJJ) dimulai, dia mengeluhkan harus kembali mengajari anak-anaknya mengenai materi pelajaran yang telah disampaikan guru.
"Anak saya kan 3 yang masih sekolah. Kalau dia belajar online, kan saya awasin. Tapi klo enggak ngerti ya nanya lagi ke saya kalau sudah selesai belajar. Jadi bikin kita kerja dua kali," ungkapnya.
Lihat Juga :