Gawat, Stok Darah di UDD PMI Kabupaten Banyumas Menipis

Sabtu, 20 Maret 2021 - 15:58 WIB
loading...
Gawat, Stok Darah di...
Eskalasi pandemi COVID–19 berdampak sangat signifikan terhadap ketersediaan stok darah. Saat ini stok darah di Kabupaten Banyumas dalam keadaan sangat kritis. Foto SINDOnews
A A A
BANYUMAS - Eskalasi pandemi COVID-19 berdampak sangat signifikan terhadap ketersediaan stok darah . Saat ini stok darah di Kabupaten Banyumas dalam keadaan sangat kritis. Hal ini disampaikan oleh Ketua PMI Kabupaten Banyumas Sadewo Tri Lastiono.

"Saat ini stok darah dalam keadaan sangat kritis, terutama golongan darah A dan O yang hanya cukup untuk 1-2 hari. Setiap harinya PMI Kabupaten Banyumas membutuhkan darah sebanyak 182 kantong untuk memenuhi kebutuhan darah pasien yang ada di Rumah Sakit," ungkap Sadewo usai dilantik sebagai Ketua PMI Kabupaten Banyumas masa bakti 2021-2026 oleh Ketua PMI Jateng dr Imam Triyanto MPH, Sabtu (20/3/2021) di Pendapa Sipanji. Baca juga:
Peringati Isra Mikraj, Komunitas Motor Madiun Gelar Donor Darah

Ketersediaan darah, lanjut dia, diprediksi akan semakin menipis menjelang bulan Ramadhan dan bahkan akan habis. Apabila stok darah sampai kosong atau 0, maka akan terjadi kekacauan dalam pelayanan darah. Dimana akan terjadi banyak konflik antara rumah sakit, keluaga pasien dan PMI. Keadaan tersebut, akan berefek pada kerugian di masyarakat.

Sadewo Tri Lastiono yang didampingi Pengurus PMI Bidang Yansoskesmas dan Donor Darah, dokter Wulandari dan Kepala Unit Donor Darah PMI Banyumas dokter Ivone Rusyandari menyampaikan bahwa saat ini UDD PMI Kabupaten Banyumas terus berupaya untuk memenuhi kebutuhan darah pasien. Namun, sampai saat ini hanya bisa memenuhi 152 kantong darah per hari.

Hal itu dikarenakan adanya pendonor yang masih menunda donornya di masa pandemi, ada beberapa penyelenggara donor darah yang sedang tidak aktif (sekolah dan perguruan tinggi) dan instansi penyelenggara yang sampai saat ini belum menyelenggarakan lagi kegiatan donor serta adanya vaksinasi COVID-19 membuat pendonor harus menunda donornya setelah 2 minggu dari vaksin ke-2.

Ditambahkan bahwa agar stok darah di bulan Ramadhan aman, maka sebelum Ramadhan UDD PMI harus mempunyai 1.200 kantong stok darah. Namun sekarang baru ada 600 kantong darah. Jumlah stok 1.200 yang dimaksud, tamhanya, adalah stok mutlak untuk mempersiapkan kebutuhan darah bulan Ramadhan, menjelang Idul Fitri dan pasca Idul Fitri yang biasanya dari tahun ke tahun mengalami kenaikan permintaan.

Oleh karena itu, mewakili PMI dan pasien yang membutuhkan darah, Sadewo berharap agar masyarakat jangan takut untuk mendonorkan darahnya karena PMI selalu menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19. Baca juga:
Putra Nababan: Donor Darah Saat Pandemi, Gotong Royong Kemanusiaan

Stakeholder yang mempunyai banyak massa diharapkan mau menyelenggarakan kegiatan donor darah. Masyarakat juga bisa untuk melakukan donor darah dulu sebelum diberikan vaksin COVIDp-19.

Atau pendonor yang telah menerima vaksin Covid-19 agar segera mendonorkan darahnya 2 minggu dari vaksin ke-2. Bagi pendonor aktif atau orang yang terkena COVID-19, baik OTG atau dirawat (sedang/berat/kritis yang kemudian sembuh) dapat mendonorkan darahnya setelah 14 hari (2 minggu) dinyatakan sembuh dan bebas gejala.
(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
The Banjoemas, Diplomasi...
The Banjoemas, Diplomasi Identitas Banyumas di Pusat Budaya Ibu Kota
Warga hingga Anggota...
Warga hingga Anggota Denhanud Adisutjipto Antusias Ikut Donor Darah di HUT ke-4 Next Hotel Yogyakarta
Rayakan HUT ke-4, Next...
Rayakan HUT ke-4, Next Hotel Yogyakarta Gelar Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Perayaan 1 Dekade, Environesia...
Perayaan 1 Dekade, Environesia Group Gelar Aksi Donor Darah
Kolaborasi dengan PMI,...
Kolaborasi dengan PMI, BRI Insurance Gelar Donor Darah Massal
Ikuti Donor Darah MNC...
Ikuti Donor Darah MNC Peduli, Peserta: Sekalian Cek Kesehatan
Mengapa Pendonor Darah...
Mengapa Pendonor Darah Kita Tidak Kembali?
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
Rekomendasi
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
Ronaldo: Sudah Saatnya...
Ronaldo: Sudah Saatnya Dunia Mengakui Lionel Messi yang Terhebat
Berita Terkini
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
Pegadaian Kanwil IX...
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis di Dua Lokasi
Rencana Aksi Lagi di...
Rencana Aksi Lagi di Bundaran HI, Ketua BEM UI Ingin Dobrak Kemacetan Mobilitas Sosial
Viral Gunung Lawu Akan...
Viral Gunung Lawu Akan Erupsi Besar, Badan Geologi: Hoaks!
Besok Eksekusi Lahan...
Besok Eksekusi Lahan Hotel Sultan, Sejumlah Akses Menuju GBK Ditutup
Divonis 6 Tahun Penjara,...
Divonis 6 Tahun Penjara, Pengusaha Jambi Bengawan Kamto Tempuh Banding
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved