Ternyata Belum Separuh dari Total Angkatan Kerja Surabaya Terlindungi Jaminan Sosial

Kamis, 18 Maret 2021 - 07:48 WIB
loading...
Ternyata Belum Separuh...
Surabaya merupakan kota terbesar kedua di Indonesia. Sebagai kota yang berkembang, ternyata masih banyak pekerja baik di sektor formal maupun non formal belum terlindungi jaminan sosial ketenagakerjaan. SINDOnews/Ali
A A A
SURABAYA - Surabaya merupakan kota terbesar kedua di Indonesia. Sebagai kota yang berkembang, ternyata masih banyak pekerja baik di sektor formal maupun non formal belum terlindungi jaminan sosial ketenagakerjaan.

Saat ini, jumlah angkatan kerja di Kota Surabaya tercatat ada 1.582.564 orang, terdiri dari Laki-laki sebanyak 926.818 dan Perempuan sebanyak 655.746. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.427.668 orang sudah bekerja. Pekerja Laki-Laki 826.823 dan Perempuan 600.845 orang. Sedangkan pengangguran ada 154.896 dengan rincian Laki-laki 99.995 dan Perempuan 54.901.

Kepala Cabang BPJamsostek Surabaya Tanjung Perak, Galuh Santi Utari, mengungkapkan, berdasarkan data angkatan kerja dan jumlah pekerja, jika dibandingkan dengan jumlah pekerja yang terdaftar sebagai peserta BPJamsostek, ternyata masih banyak para pekerja aktif yang belum terlindungi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

Hingga periode Maret 2021, BPJamsostek Cabang Surabaya Tanjung Perak mencatat, total ada 120.361 peserta yang terdiri dari Tenaga Kerja (TK) Aktif Penerima Upah 82.294, TK Aktif Bukan Penerima Upah 10.455 dan TK Aktif Jasa Konstruksi 27.612 peserta.

"Angka pekerja itu jika dibandingkan dengan angka peserta BPJamsostek masih jauh. Ini sangat potensi untuk di edukasi tentang pentingnya perlindungan pekerja," katanya disela-sela Forum Group Discussion bersama perwakilan Kecamatan dari wilayah kerja BPJamsostek Surabaya Tanjung Perak, Rabu (17/3).

Galuh menjelaskan, Focus Group Discussion Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Bagi Pekerja di Kota Surabaya bersama para Camat ini bertujuan untuk meningkatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan di wilayah masing-masing kecamatan.

BPJamsostek, lanjutnya ingin mendorong pemerintah daerah dalam percepatan akuisisi kepesertaan Penerima Upah maupun Bukan Penerima Upah di wilayah Kecamatan. Diharapkan tenaga kerja non PNS seperti UMKM, pegawai tingkat RT, RW, Kelurahan dan kecamatan dapat terlindungi oleh BPJamsostek.

"Potensi pekerja yang belum terlindungi jaminan sosial masih cukup banyak. Di Surabaya ada 9271 RT, 1405 RW dan 160 kelurahan. Selain itu masih ada LPMK, Pasar, Kader Posyandu, Guru Ngaji, Satlinmas, UMKM dan lainnya," paparnya.

Menurutnya, peran perangkat desa seperti Camat sangat penting dalam mempercepat tercapainya perlindungan tenaga kerja. "Camat mempunyai wewenang diwilayah masing-masing. Mereka bisa mengedukasi pekerja, baik sektor formal atau non formal bahwa mereka berhak mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tuturnya. Baca: Berlagak Sok Jagoan Bersenjata Pistol Revolver, Jekri Dijebloskan ke Tahanan.

Hal itu juga selaras dengan tugas BPJS Ketenagakerjaan. Dimana lembaga ini merupakan badan hukum publik yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden RI untuk memberikan perlindungan berupa program Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Hari Tua, Jaminan Kematian, Jaminan Pensiun untuk tenaga kerja di Indonesia.

"Hal itu sesuai UU No. 24/2011 bahwa setiap pekerja wajib menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, baik warga negara Indonesia maupun warga negara asing yang bekerja paling singkat 6 bulan di Indonesia," tegasnya. Baca Juga: Gayo Lues Aceh Gempar! Kades Terkapar Ditembak di Bagian Perut oleh Orang Tak Dikenal.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Achmad Zaini, memberikan lampu hijau pada BPJamsostek untuk bersinergi dengan Kecamatan seluruh kota Surabaya. "Silahkan BPJamsostek sinergi dengan camat. Kita ada data, belum 50 persen terlindungi. Cari mana yang belum terintervensi. Kita satukan visi misi dan persepsi. Tujuan satu visi sejahterakan warga Surabaya," pungkasnya.
(nag)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perlindungan Pekerja...
Perlindungan Pekerja di Bengkalis Diperkuat, Legislator Perindo Dorong Ranperda Jaminan Sosial
Program JKN Tanggung...
Program JKN Tanggung Biaya Pengobatan Anak Yunita di RSU Cempaka Lima Banda Aceh
12 Ribu Pendatang Baru...
12 Ribu Pendatang Baru Bakal Adu Nasib di Jakarta, Pramono: Mereka Harus Persiapkan Diri
Perkuat Pencari Kerja,...
Perkuat Pencari Kerja, PKSS Gandeng Universitas Sriwijaya
Pabrik Garmen Beroperasi...
Pabrik Garmen Beroperasi di Pemalang, Serap Ribuan Tenaga Kerja Lokal
Pemprov Kalteng Digitalisasi...
Pemprov Kalteng Digitalisasi Sistem Penyerapan Tenaga Kerja Perkebunan Sawit
Pendaftaran Pelatihan...
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Batch 3 Resmi Dibuka, Kuotanya 20 Ribu Peserta
Asabri Gandeng 119 RS...
Asabri Gandeng 119 RS TNI Perluas Akses Jaminan Sosial Prajurit
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
Rekomendasi
Rekor 32 Tahun Tumbang...
Rekor 32 Tahun Tumbang di Piala Dunia 2026
Terungkap 2 Alasan di...
Terungkap 2 Alasan di Balik Pemadaman Bergilir Pulau Jawa, Dirut PLN Minta Maaf
Belanda vs Swedia: Oranje...
Belanda vs Swedia: Oranje Wajib Menang!
Berita Terkini
Pramono Dampingi Megawati...
Pramono Dampingi Megawati Hadiri Bung Karno Festival di Taman Proklamasi
Kukuhkan Kepengurusan...
Kukuhkan Kepengurusan Nasional, GPIM Komitmen Sukseskan Program Prabowo
DPRD Kota Bandung Resmi...
DPRD Kota Bandung Resmi Sahkan Perda Pengendalian Perilaku Seksual Berisiko
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Pramono Bakal Resmikan Ruang Publik di Rasuna Said dan Stasiun KRL JIS
Ombudsman Mengaku Dihalang-halangi...
Ombudsman Mengaku Dihalang-halangi saat Sidak Lapas Kelas IIA Cibinong
Pesan AHY ke Praja IPDN:...
Pesan AHY ke Praja IPDN: Kesetiaan ASN Adalah kepada Bangsa dan Konstitusi
Infografis
Bangga! Negara-negara...
Bangga! Negara-negara Ini Ternyata Beli Kereta Api dari Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved