Belum Digunakan, Ruang Tunggu Bandara Siau Hancur Disapu Angin
Senin, 15 Maret 2021 - 23:54 WIB
loading...
Nampak atap ruang tunggu bandara porakporanda diterjang angin. Foto: Istimewa
A
A
A
SITARO - Belum juga diresmikan namun ruang tunggu Bandar Udara (Bandara) Siau yang berada di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang, Biaro ( Sitaro ), Provinsi Sulawesi Utara ( Sulut ), sudah mengalami kerusakan parah.
Hal tersebut terungkap dari unggahan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sitaro Bob Nover Janis di media sosial, Senin (15/3/2021).
Baca juga: Bandara Siau Bakal Diresmikan Presiden Jokowi Saat Hari Pahlawan
![Belum Digunakan, Ruang Tunggu Bandara Siau Hancur Disapu Angin]()
Kata dia, ruang tunggu Bandara Siau yang dibangun dengan anggaran miliaran rupiah dan sudah siap untuk diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo itu hancur lebur atapnya kena angin, padahal di seputaran bandara ada beberapa direksi kit proyek terbuat dari triplex dan atap seng biasa, kokoh berdiri diterpa angin yang sama.
“Saya jadi teringat ketika saya ke bandara saat gedung ini sementara dibangun dan saya menegur kontraktornya karena gambar terpampang behelnya besi 8 mm tapi dipasang 6 mm. Sempat berargumen dengan konsultan pengawas, mereka membela kontraktornya. Saya terdiam dan berpikir, Ada apa yach antara kontraktor dan konsultan pengawas, pasti ada dusta di antara kita," tutur Bob Nover Janis.
Baca juga: Tak Terima Ditegur, Pemuda di Bitung Ini Aniaya Dua Orang dengan Parang
Hal tersebut terungkap dari unggahan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sitaro Bob Nover Janis di media sosial, Senin (15/3/2021).
Baca juga: Bandara Siau Bakal Diresmikan Presiden Jokowi Saat Hari Pahlawan
.jpg)
Kata dia, ruang tunggu Bandara Siau yang dibangun dengan anggaran miliaran rupiah dan sudah siap untuk diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo itu hancur lebur atapnya kena angin, padahal di seputaran bandara ada beberapa direksi kit proyek terbuat dari triplex dan atap seng biasa, kokoh berdiri diterpa angin yang sama.
“Saya jadi teringat ketika saya ke bandara saat gedung ini sementara dibangun dan saya menegur kontraktornya karena gambar terpampang behelnya besi 8 mm tapi dipasang 6 mm. Sempat berargumen dengan konsultan pengawas, mereka membela kontraktornya. Saya terdiam dan berpikir, Ada apa yach antara kontraktor dan konsultan pengawas, pasti ada dusta di antara kita," tutur Bob Nover Janis.
Baca juga: Tak Terima Ditegur, Pemuda di Bitung Ini Aniaya Dua Orang dengan Parang
Lihat Juga :