Poltekpar Makassar Bekali Pengetahuan Daya Tarik Wisata untuk Mahasiswa
Sabtu, 13 Maret 2021 - 19:29 WIB
loading...
A
A
A
Diketahui, pembukaan Widyawisata di tengah masa pandemi Covid-19 ini dilakukan secara Daring dan Luring, yang terpusat di Claro Hotel Makassar , dan disaksikan secara virtual oleh mahasiswa yang berada di Hotel Harper Perintis Makassar, Hotel Mercure Makassar Nexa Pettarani, Hotel Aston Makassar, Hotel Novotel Makassar Grand Shayla, dan The Rinra Hotel Makassar.
Adapun materi untuk hari pertama yang terbagi di enam hotel yang ditunjuk disampaikan Anggiat Sinaga Ketua PHRI Sulsel, Arya Pering Arimbawa Ketua Umum IHGMA, Joko Budi Jaya, General Manager Hotel Aston Makassar, Rury Mashuri – General Manager Hotel Mercure Makassar Nexa Pettarani, Sherly, HRM Novotel Makassar Grand Shayla dan Irham Manager The Rinra Hotel Makassar dengan materi Pengenalan Hospitality.
Baca Juga: Poltekpar Makassar Penyuluhan Soal Sadar Wisata di Masa Pandemi
Untuk kunjungan daya tarik wisata di hari kedua dibagi menjadi empat yakni di Malino Highland dan Pohon Pinus yang berada di Kabupaten Gowa, Air Terjun Bantimurung di Maros dan Taman Batu di Balocci Kabupaten Pangkep.
Kunjungan dilakukan sebagai pembelajaran dan berwisata serta bagaimana pariwisata tetap eksis di era Covid-19 dengan tetap menerapkan protokol Kesehatan di mana pariwisata bisa bangkit kembali.
Adapun materi untuk hari pertama yang terbagi di enam hotel yang ditunjuk disampaikan Anggiat Sinaga Ketua PHRI Sulsel, Arya Pering Arimbawa Ketua Umum IHGMA, Joko Budi Jaya, General Manager Hotel Aston Makassar, Rury Mashuri – General Manager Hotel Mercure Makassar Nexa Pettarani, Sherly, HRM Novotel Makassar Grand Shayla dan Irham Manager The Rinra Hotel Makassar dengan materi Pengenalan Hospitality.
Baca Juga: Poltekpar Makassar Penyuluhan Soal Sadar Wisata di Masa Pandemi
Untuk kunjungan daya tarik wisata di hari kedua dibagi menjadi empat yakni di Malino Highland dan Pohon Pinus yang berada di Kabupaten Gowa, Air Terjun Bantimurung di Maros dan Taman Batu di Balocci Kabupaten Pangkep.
Kunjungan dilakukan sebagai pembelajaran dan berwisata serta bagaimana pariwisata tetap eksis di era Covid-19 dengan tetap menerapkan protokol Kesehatan di mana pariwisata bisa bangkit kembali.
(agn)
Lihat Juga :