Begini Awal Mula Rumah Warga di Ciledug Dipagar Beton Setinggi 2 Meter

Jum'at, 12 Maret 2021 - 23:17 WIB
loading...
Begini Awal Mula Rumah...
Rumah salah seorang warga di Ciledug, Kota Tangerang, dipagar beton setinggi 2 meter oleh tetangganya.Foto/SINDOnews/Hasan Kurniawan
A A A
TANGERANG - Aksi pemagaran jalan dengan tembok beton hingga membuat rumah warga terisolasi di Jalan Akasia, No 1, RT04/03, Tajur, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang , berawal dari jalan.

Tokoh masyarakat Tajur, Agus mengatakan, jalan di wilayah itu dimiliki oleh dua pihak. Pihak pertama merupakan warga penghuni Kavling Brebes dan yang kedua milik almarhum Anas Burhan, pemilik kolam renang Pondok Maharta. Dari sini, masalah bermula.

"Awal ceritanya si, itu sebenarnya awalnya jalan. Dulu jalan itu dimiliki berdua, milik kolam renang dan warga Kavling Brebes," kata Agus saat ditemui SINDOnews di rumahnya Tajur, Jumat (12/3/2021). Menurutnya, sejak awal jalan itu memang sudah ada. Tetapi karena sempit, akhirnya warga melakukan upaya pembebasan tanah untuk jalan umum dengan cara membeli, dan hibah dari tokoh sekitar, yakni Ansori dan H Hasan yang masing-masing 1 meter.

Di luar itu, pihak Anas Burhan pun mengaku merasa memiliki tanah jalan itu. Demi kepentingan bisnis kolam renang, jalan itu kemudian dipagar. Konflik pertama kali terjadi saat jalan itu dibuatkan gerbang.

Karena merasa sama-sama memiliki tanah jalan itu, maka akhirnya luas tanah selebar 5 meter dibagi menjadi dua, yakni 2,5 meter untuk Anas dan 2,5 meter lagi untuk jalan warga. Saat kolam renang bangkrut, aset tanahnya diagunankan kepada bank.

"Diagunkan, lalu ada pelelangan dong. Logikanya, pihak bank, kalau diagunkan surat berharga itu, kalau tanpa jalan mau apa enggak? Karena ada jalan, maka dibeli kolam renang itu oleh Pak Munir," ungkapnya. Baca: Akses Jalan Utama Dibeton Pemilik Tanah, Warga Ciledug Ini Harus Manjat Tembok Setiap Masuk Rumah

Setelah kolam renang dibeli, Anas membuat pagar di tengah jalan. Dia beralasan, tanah yang dipagar itu merupakan tanahnya dulu dan ada suratnya. Saat itu, warga masih diam, karena tahu historis jalan itu seluas 2,5 meter itu memang punya almarhum Anas. Tetapi saat itu warga tidak bermasalah, karena jalan yang dipagar itu milik Anas.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lengkap! Daftar SD dan...
Lengkap! Daftar SD dan SMP Swasta Gratis di Kota Tangerang untuk SPMB 2026
Pra SPMB Kota Tangerang...
Pra SPMB Kota Tangerang 2026 Dimulai Hari Ini, Cek Cara Daftar dan Syaratnya
Syuting Film Extraction:...
Syuting Film Extraction: Tygo, Jalan K.S Tubun Karawaci Ditutup hingga 31 Januari
Rekomendasi
Anggaran Rehab-Rekon...
Anggaran Rehab-Rekon Mulai Didistribusikan, Tito Minta K/L Informasikan Rencana Program pada Kepala Daerah
Zero ODOL Dinilai Jadi...
Zero ODOL Dinilai Jadi Titik Awal Perkuat Keselamatan Transportasi
4 Operasi Militer Berani...
4 Operasi Militer Berani yang Berakhir Bencana, dari Invasi Teluk Babi hingga Cakar Elang
Berita Terkini
Diskominfo Tangsel Bagikan...
Diskominfo Tangsel Bagikan Transformasi Digital Pelayanan Publik ke BPSDMD Jateng
Bersama Rumah Baca Empat...
Bersama Rumah Baca Empat Jagoan, MNC Peduli Berbagi Buku Dongeng dan Lomba Mewarnai
Pemkot Tangsel-Kemensos...
Pemkot Tangsel-Kemensos Gelar Bakti Sosial Terintegrasi, Warga Rasakan Manfaat Beragam Layanan
MR.D.I.Y. Perluas Program...
MR.D.I.Y. Perluas Program Menginspirasi Generasi Inovator, Jangkau 8.600 Anak
PWI Laporkan Hotman...
PWI Laporkan Hotman Paris ke Polisi, Sahroni Yakin Diusut secara Transparan
Pembangunan Fakultas...
Pembangunan Fakultas Kedokteran Telkom University di Bandung Rampung
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved