KH Noer Ali Putra Bekasi yang Menjadi Pahlawan Nasional
Kamis, 11 Maret 2021 - 05:30 WIB
loading...
A
A
A
Beberapa kegiatan diselenggarakan PPB, seperti unjuk rasa pembatalan penarikan pajak oleh Pemerintah Saudi Arabia terhadap pelajar asing. Pada 1940, KH Noer Alie pulang ke kampung halaman di Ujungmalang, Bekasi. Setelah mendirikan madrasah dan menikah dengan Siti Rohmah binti Mughni. KH Noer Alie menghimpun kekuatan umat, di antaranya membangun jalan tembus Ujungmalang, Teluk Pucung pada 1941.
Kecintaan KH Noer Alie terhadap Tanah Air tak perlu diragukan. Pada November 1945, KH Noer Ali membentuk Laskar Rakyat dan mengeluarkan fatwa wajib berjuang melawan penjajah. Pembentukan Laskar Rakyat ini dikarenakan KH Noer Alie tak rela menyaksikan agresi dan provokasi tentara sekutu untuk mengembalikan Indonesia kepada Belanda.
Dalam waktu singkat KH Noer Alie menghimpun sekitar 200 orang yang merupakan gabungan santri dan pemuda di sekitar Babelan, Tarumajaya, Cilincing, dan Muara Gembong. Mereka dilatih dasar-dasar kemiliteran oleh Tentara Keamanan Rakyat (TKR) Bekasi dan Jatinegara.
Sedangkan KH Noer Alie melatih mental dan rohani pasukannya dengan cara berpuasa selama tujuh hari di Masjid Ujungmalang. Pada 29 November 1945, terjadilah pertempuran sengit pasukan KH Noer Ali melawan Sekutu-Inggris di kawasan Pondok Ungu. Meski sempat mendesak tentara sekutu, pasukan Laskar Rakyat berbalik terdesak sampai jembatan Sasak Kapuk.
KH Noer Alie pun menginstruksikan seluruh pasukannya untuk mundur. Sebagian besar pasukan mundur, namun puluhan lainnya tetap bertahan. Sekitar 30 orang pasukan Laskar Rakyat gugur dalam pertempuran tersebut. Peristiwa tersebut hingga saat ini dikenang sebagai pertempuran Sasak Kapuk, karena terjadi di sekitar jembatan Sasak Kapuk, Pondok Ungu.
![KH Noer Ali Putra Bekasi yang Menjadi Pahlawan Nasional]()
Pada 29 Januari 1992, Bekasi dan Indonesia menangis karena Sang Singa Karawang Bekasi ini meninggal dunia. KH Noer Alie wafat di rumahnya dan di makamkan di Pondok Pesantren Attaqwa Puteri, Ujungharapan Bahagia, Babelan, Kabupaten Bekasi pada usia 78 tahun.
Setelah 14 tahun wafatnya Singa Karawang-Bekasi ini, masyarakat Jawa Barat, Jakarta, dan Banten memanjatkan syukur. KH Noer Alie dianugerahi gelar Pahlawan Nasional dan bintang Mahaputra Adipradana oleh Pemerintah Republik Indonesia.
Kecintaan KH Noer Alie terhadap Tanah Air tak perlu diragukan. Pada November 1945, KH Noer Ali membentuk Laskar Rakyat dan mengeluarkan fatwa wajib berjuang melawan penjajah. Pembentukan Laskar Rakyat ini dikarenakan KH Noer Alie tak rela menyaksikan agresi dan provokasi tentara sekutu untuk mengembalikan Indonesia kepada Belanda.
Dalam waktu singkat KH Noer Alie menghimpun sekitar 200 orang yang merupakan gabungan santri dan pemuda di sekitar Babelan, Tarumajaya, Cilincing, dan Muara Gembong. Mereka dilatih dasar-dasar kemiliteran oleh Tentara Keamanan Rakyat (TKR) Bekasi dan Jatinegara.
Sedangkan KH Noer Alie melatih mental dan rohani pasukannya dengan cara berpuasa selama tujuh hari di Masjid Ujungmalang. Pada 29 November 1945, terjadilah pertempuran sengit pasukan KH Noer Ali melawan Sekutu-Inggris di kawasan Pondok Ungu. Meski sempat mendesak tentara sekutu, pasukan Laskar Rakyat berbalik terdesak sampai jembatan Sasak Kapuk.
KH Noer Alie pun menginstruksikan seluruh pasukannya untuk mundur. Sebagian besar pasukan mundur, namun puluhan lainnya tetap bertahan. Sekitar 30 orang pasukan Laskar Rakyat gugur dalam pertempuran tersebut. Peristiwa tersebut hingga saat ini dikenang sebagai pertempuran Sasak Kapuk, karena terjadi di sekitar jembatan Sasak Kapuk, Pondok Ungu.

Pada 29 Januari 1992, Bekasi dan Indonesia menangis karena Sang Singa Karawang Bekasi ini meninggal dunia. KH Noer Alie wafat di rumahnya dan di makamkan di Pondok Pesantren Attaqwa Puteri, Ujungharapan Bahagia, Babelan, Kabupaten Bekasi pada usia 78 tahun.
Setelah 14 tahun wafatnya Singa Karawang-Bekasi ini, masyarakat Jawa Barat, Jakarta, dan Banten memanjatkan syukur. KH Noer Alie dianugerahi gelar Pahlawan Nasional dan bintang Mahaputra Adipradana oleh Pemerintah Republik Indonesia.
Lihat Juga :