Ganjil Genap di Bogor Ditiadakan, Sektor Ekonomi Kembali Bergairah
Rabu, 10 Maret 2021 - 14:46 WIB
loading...
A
A
A
Total pengunjung ke pusat perbelanjaan, pada 27-28 Februari 2021 saat ganjil genap berdasarkan sampling total pengunjung sebanyak 140.259 orang. Namun, ketika tidak ada ganjil genap jumlah pengunjung pada pekan pertama Maret 2021 justru hanya 129.384 orang atau turun sekitar 7-8 persen.
Kemudian terkait penjualan BBM di 10 SPBU berdasarkan koordinasi dengan Hiswana Migas rata-rata mengalami penurunan mengingat mobilitas warga dan kendaraan menurun, rata-rata penurunan juga terjadi di beberapa restoran dan hotel.
"Kesimpulan kami, traffic customer tidak semata-mata akibat dampak ganjil genap tetapi juga dipengaruhi gajian karyawan. Untuk swasta rata-rata gajian di akhir bulan, sekitar 25-28 setiap bulan untuk memenuhi belanja bulanan. Dari ritel tidak terlalu mempermasalahkan ganjil genap karena yang pertama ritel memiliki semacam prime time pengunjung, kedua tergantung sistem gajian bulanan. Berbeda dengan rumah makan, kafe dan resto yang tidak ingin ganjil genap diterapkan," beber Ganjar.
Baca juga: Akhir Pekan Tanpa Ganjil Genap, Begini Kondisi Lalu Lintas di Kota Bogor
Sektor wisata, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor Atep Budiman mengatakan okupansi hotel, obyek wisata dan omzet, berdasarkan perbandingan data di awal ada penurunan seiring tren dari tahun ke tahun pada awal tahun memang rendah.
"Tapi, ada peningkatan di saat kebijakan ganjil genap di periode akhir bulan Februari 2021 sebesar 54,87 persen. Kemudian awal Maret 2021 sudah ada peningkatan kembali 57,08 persen," ujarnya.
Kemudian terkait penjualan BBM di 10 SPBU berdasarkan koordinasi dengan Hiswana Migas rata-rata mengalami penurunan mengingat mobilitas warga dan kendaraan menurun, rata-rata penurunan juga terjadi di beberapa restoran dan hotel.
"Kesimpulan kami, traffic customer tidak semata-mata akibat dampak ganjil genap tetapi juga dipengaruhi gajian karyawan. Untuk swasta rata-rata gajian di akhir bulan, sekitar 25-28 setiap bulan untuk memenuhi belanja bulanan. Dari ritel tidak terlalu mempermasalahkan ganjil genap karena yang pertama ritel memiliki semacam prime time pengunjung, kedua tergantung sistem gajian bulanan. Berbeda dengan rumah makan, kafe dan resto yang tidak ingin ganjil genap diterapkan," beber Ganjar.
Baca juga: Akhir Pekan Tanpa Ganjil Genap, Begini Kondisi Lalu Lintas di Kota Bogor
Sektor wisata, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor Atep Budiman mengatakan okupansi hotel, obyek wisata dan omzet, berdasarkan perbandingan data di awal ada penurunan seiring tren dari tahun ke tahun pada awal tahun memang rendah.
"Tapi, ada peningkatan di saat kebijakan ganjil genap di periode akhir bulan Februari 2021 sebesar 54,87 persen. Kemudian awal Maret 2021 sudah ada peningkatan kembali 57,08 persen," ujarnya.
Lihat Juga :