Dishub Catat Tanpa Ganjil Genap di Bogor, Kendaraan Padat Luar Biasa
Rabu, 10 Maret 2021 - 12:10 WIB
loading...
A
A
A
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor, Atep Budiman menerangkan, okupansi hotel, objek wisata dan omzet berdasarkan perbandingan data, di awal ada penurunan seiring tren dari tahun ke tahun di awal tahun yang memang rendah. Namun kata dia, ada peningkatan di saat kebijakan ganjil genap di periode akhir bulan Februari 2021 sebesar 54,87 persen, kemudian awal Maret sudah ada peningkatan kembali 57,08 persen.
Untuk objek wisata, di awal penerapan ganjil genap penurunan wisatawan ada dikisaran 30-60 persen, di akhir Februari penurunannya meningkat 20 persen sampai ke maksimal angka kisaran 80 persen. Saat relaksasi di pekan pertama angka menunjukkan adanya peningkatan sebesar 14 persen.
“Belum signifikan karena ada pemberlakuan terkait persyaratan menerapkan rapid antigen di beberapa tempat wisata di Kota Bogor,” kata Atep. Untuk omzet resto dan cafe, awal penerapan Ganjil Genap, menurun kurang lebih 45 persen.
Pada Ganjil Genap tahap berikutnya penurunannya meningkat menjadi 65 persen dan di Sabtu Minggu relaksasi ada peningkatan kembali omzet sekitar 20 persen menjadi kembali ke 40 persen.“Secara keseluruhan untuk pariwisata dengan adanya relaksasi, ada respons dengan adanya peningkatan yang cukup signifikan di hotel, tempat makan, resto dan tempat wisata,” ujar Atep.
Untuk objek wisata, di awal penerapan ganjil genap penurunan wisatawan ada dikisaran 30-60 persen, di akhir Februari penurunannya meningkat 20 persen sampai ke maksimal angka kisaran 80 persen. Saat relaksasi di pekan pertama angka menunjukkan adanya peningkatan sebesar 14 persen.
“Belum signifikan karena ada pemberlakuan terkait persyaratan menerapkan rapid antigen di beberapa tempat wisata di Kota Bogor,” kata Atep. Untuk omzet resto dan cafe, awal penerapan Ganjil Genap, menurun kurang lebih 45 persen.
Pada Ganjil Genap tahap berikutnya penurunannya meningkat menjadi 65 persen dan di Sabtu Minggu relaksasi ada peningkatan kembali omzet sekitar 20 persen menjadi kembali ke 40 persen.“Secara keseluruhan untuk pariwisata dengan adanya relaksasi, ada respons dengan adanya peningkatan yang cukup signifikan di hotel, tempat makan, resto dan tempat wisata,” ujar Atep.
(hab)
Lihat Juga :