Jatim Bahas Raperda Pengembangan Ponpes, Ketua FPDIP DPRD Jatim: Kami Kawal
Rabu, 10 Maret 2021 - 10:19 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, dalam paparannya, Kiai Zakki mengatakan, langkah awal untuk membangun pondok pesantre n berbasis entrepreneur adalah dengan membangun karakter santripreneur. Kalau karakter santri sudah terbentuk maka akan muncul jihadpreneur, yakni jihad untuk bekerja dan itu bagian dari ibadah.
" Pesantrenpreneur ini pertama penguatan karakterpreneur. Kalau karakter ini tidak dibentuk di pesantren, apapun yang kita berikan pasti mubazir," jelasnya. Baca juga: Cerita Miris Gadis Cantik Asal Bandung, Dijual Orang Tuanya untuk Layanan Seks Sadis
Sementara itu, Pemprov Jatim mengapresiasi inisiatif DPRD Jatim merumuskan Raperda Ponpes . Sebab usulan ini sejalan dengan salah satu program Nawa Bhakti Satya, yaitu Program Jatim Berkah yang diwujudkan melalui penguatan peran ponpes.
Dalam penguatan pesantren , Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa juga menerbitkan Pergub Jatim No. 62/2020 untuk payung hukum program One Pesantren One Product (OPOP). "Program OPOP bertujuan meningkatkan keterampilan dan kesejahteraan semua elemen pesantren yang meliputi, santri, pesantren dan alumni melalui metode pelatihan," kata Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak.
" Pesantrenpreneur ini pertama penguatan karakterpreneur. Kalau karakter ini tidak dibentuk di pesantren, apapun yang kita berikan pasti mubazir," jelasnya. Baca juga: Cerita Miris Gadis Cantik Asal Bandung, Dijual Orang Tuanya untuk Layanan Seks Sadis
Sementara itu, Pemprov Jatim mengapresiasi inisiatif DPRD Jatim merumuskan Raperda Ponpes . Sebab usulan ini sejalan dengan salah satu program Nawa Bhakti Satya, yaitu Program Jatim Berkah yang diwujudkan melalui penguatan peran ponpes.
Dalam penguatan pesantren , Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa juga menerbitkan Pergub Jatim No. 62/2020 untuk payung hukum program One Pesantren One Product (OPOP). "Program OPOP bertujuan meningkatkan keterampilan dan kesejahteraan semua elemen pesantren yang meliputi, santri, pesantren dan alumni melalui metode pelatihan," kata Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak.
(eyt)
Lihat Juga :