Penataan Trotoar di Jakarta Dianggarkan Rp100 Miliar, Anggota DPRD: Lebih Baik untuk BLT
Senin, 08 Maret 2021 - 17:34 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: KPK Usut Dugaan Korupsi Pembelian Tanah Terkait Program DP 0 Rupiah)
Kepala Baguna (Badan Penanggulangan Bencana) DPD PDI Perjuangan Provinsi DKI Jakarta ini menambahkan, saat ini banyak warga Jakarta yang tak mampu tidak mendapatkan BLT. Pasalnya, BLT yang disalurkan Pemprov DKI Jakarta tidak merata ke seluruh lapisan masyarakat.
"Data tersebut saya dapatkan ketika mendengar keluhan warga saat reses di wilayah Jakarta Barat, banyak permasalahan yang harus diselesaikan, salah satunya penerimaan BLT yang tak merata. Kasihan warga saat ini, sangat butuh bantuan di tengah pandemi Covid-19. Jadi saya minta Pemprov DKI jangan aneh-aneh deh dengan membuat perencanaan pembangunan seperti penataan trotoar yang dianggarkan Rp100 miliar," tuturnya.
Menurutnya, lebih baik anggaran tersebut bisa dialihkan untuk yang lebih bermanfaat bagi warga Jakarta.
"Belum ada urgensinya melakukan penataan trotoar. Nanti jika banjir lagi trotoar akan kembali rusak . Lebih baik penataan trotoar ditunda terlebih dahulu, dialihkan untuk yang lebih urgent saja seperti penanganan Covid-19 yang membutuhkan anggaran besar, serta penanganan banjir," pungkasnya.
Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta mengungkapkan penataan awal trotoar akan dilakukan di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Dimulai dari Jalan Senopati hingga Jalan Suryo, Jalan Woltermonginsidi, hingga Jalan Trunojoyo dan Jalan Gunawarman. Kemudian, penataan akan dilanjutkan di sejumlah ruas jalan di wilayah lain. Berikut ini rinciannya:
Jakarta Barat
- Jalan Duri Kosambi
Kepala Baguna (Badan Penanggulangan Bencana) DPD PDI Perjuangan Provinsi DKI Jakarta ini menambahkan, saat ini banyak warga Jakarta yang tak mampu tidak mendapatkan BLT. Pasalnya, BLT yang disalurkan Pemprov DKI Jakarta tidak merata ke seluruh lapisan masyarakat.
"Data tersebut saya dapatkan ketika mendengar keluhan warga saat reses di wilayah Jakarta Barat, banyak permasalahan yang harus diselesaikan, salah satunya penerimaan BLT yang tak merata. Kasihan warga saat ini, sangat butuh bantuan di tengah pandemi Covid-19. Jadi saya minta Pemprov DKI jangan aneh-aneh deh dengan membuat perencanaan pembangunan seperti penataan trotoar yang dianggarkan Rp100 miliar," tuturnya.
Menurutnya, lebih baik anggaran tersebut bisa dialihkan untuk yang lebih bermanfaat bagi warga Jakarta.
"Belum ada urgensinya melakukan penataan trotoar. Nanti jika banjir lagi trotoar akan kembali rusak . Lebih baik penataan trotoar ditunda terlebih dahulu, dialihkan untuk yang lebih urgent saja seperti penanganan Covid-19 yang membutuhkan anggaran besar, serta penanganan banjir," pungkasnya.
Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta mengungkapkan penataan awal trotoar akan dilakukan di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Dimulai dari Jalan Senopati hingga Jalan Suryo, Jalan Woltermonginsidi, hingga Jalan Trunojoyo dan Jalan Gunawarman. Kemudian, penataan akan dilanjutkan di sejumlah ruas jalan di wilayah lain. Berikut ini rinciannya:
Jakarta Barat
- Jalan Duri Kosambi
Lihat Juga :