Ramai Benci Produk Asing, Ini Persoalan Produk Lokal Kurang Diminati
Senin, 08 Maret 2021 - 09:16 WIB
loading...
ilustrasi
A
A
A
BANDUNG - Pekan lalu, Indonesia dihebohkan oleh pernyataan Presiden Joko Widodo terkait benci produk asing dalam pembukaan rapat kerja nasional Kementerian Perdagangan Kamis (4/3/2021). Seruan tersebut sontak mendapat respons beragam dari masyarakat.
Untuk diketahui, seruan presiden keluar setelah mendapatkan laporan terkait adanya e-commerce yang menjual produk barang lintas negara (barang impor) dengan praktik predatory pricing yang membunuh UMKM di Indonesia.
Tetapi, kenapa permintaan terhadap produk impor melalui e commerce cukup tinggi? Menurut Chairman Supply Chain Indonesia (SCI) Setijadi, salah satu alasan utama masyarakat memilih produk asing adalah pertimbangan harga. Dengan kualitas yang sama atau bahkan lebih baik, sejumlah produk asing lebih murah dari pada produk lokal.
Baca juga: Hujan Lebat, Ratusan Rumah di Majalengka Kembali Dterjang Banjir
"Daya saing produk lokal rendah terutama karena masalah logistik dan rantai pasok. Masalah logistik pelaku UMKM terjadi pada tahapan pengadaan dan penyimpanan bahan baku, serta distribusi produk jadi," kata dia.
Permasalahan itu, ujar Setijadi, terkait skala ekonomi. Skala produksi yang kecil mengakibatkan volume pengadaan bahan baku dan pengiriman produk jadi juga kecil, sehingga biaya lebih mahal dan menurunkan daya saing.
Berbeda dengan produk asing. Mereka memproduksi dalam skala besar dan efisien dalam rantai pasok. Sehingga harga jual produk bisa ditekan. Sementara kualitas cukup bagus.
Untuk diketahui, seruan presiden keluar setelah mendapatkan laporan terkait adanya e-commerce yang menjual produk barang lintas negara (barang impor) dengan praktik predatory pricing yang membunuh UMKM di Indonesia.
Tetapi, kenapa permintaan terhadap produk impor melalui e commerce cukup tinggi? Menurut Chairman Supply Chain Indonesia (SCI) Setijadi, salah satu alasan utama masyarakat memilih produk asing adalah pertimbangan harga. Dengan kualitas yang sama atau bahkan lebih baik, sejumlah produk asing lebih murah dari pada produk lokal.
Baca juga: Hujan Lebat, Ratusan Rumah di Majalengka Kembali Dterjang Banjir
"Daya saing produk lokal rendah terutama karena masalah logistik dan rantai pasok. Masalah logistik pelaku UMKM terjadi pada tahapan pengadaan dan penyimpanan bahan baku, serta distribusi produk jadi," kata dia.
Permasalahan itu, ujar Setijadi, terkait skala ekonomi. Skala produksi yang kecil mengakibatkan volume pengadaan bahan baku dan pengiriman produk jadi juga kecil, sehingga biaya lebih mahal dan menurunkan daya saing.
Berbeda dengan produk asing. Mereka memproduksi dalam skala besar dan efisien dalam rantai pasok. Sehingga harga jual produk bisa ditekan. Sementara kualitas cukup bagus.
Lihat Juga :