Video Viral Pengambilan Paksa Jenazah Bergejala COVID-19, Begini Kronologinya
Sabtu, 06 Maret 2021 - 16:19 WIB
loading...
A
A
A
Namun sekitar satu jam usai pasien diumumkan meninggal, datang puluhan orang ke rumah sakit untuk mengambil paksa jenazah tersebut. Mereka merupakan warga Desa Lemah Kembar, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo.
“Kalau penganiayaan pemukulan tidak ada. Hanya penganiayaan verbal saja, saat warga ambil paksa jenazah dan masuk sambil marah-marah. Ya, ada dugaan gejala seperti terpapar COVID-19 dan menunggu hasil swab turun,” ungkap Mariani, dikonfirmasi pada Sabtu siang (6/3/2021).
Koordinator Penegakan Hukum Satgas COVID-19 Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto mengungkapkan, hingga Sabtu siang setelah berkoordinasi dengan Kepala Desa Lemah Kembar ada 4 orang yang mengaku dari pihak keluarga yang menyerahkan diri ke polisi, usai peristiwa pengambilan jenazah paksa tersebut.
“Setelah kita koordinasi dengan pihak Kepala Desa Lemah Kembar, yang jemput paksa pasien probable COVID-19 di RS PG Wonolangan Kecamatan Dringu siang tadi, akhirnya empat orang pria mengaku keluarga jenazah L, bertanggung jawab dengan tindakan langkah mengambil paksa jasad, ke Mapolres Probolinggo secara sukarela,” terang Ugas.
Pihaknya kini masih berkoordinasi dengan kepolisian untuk melakukan penyelidikan dan tracing, atas pengambilan paksa jenazah terindikasi COVID-19
“Kalau penganiayaan pemukulan tidak ada. Hanya penganiayaan verbal saja, saat warga ambil paksa jenazah dan masuk sambil marah-marah. Ya, ada dugaan gejala seperti terpapar COVID-19 dan menunggu hasil swab turun,” ungkap Mariani, dikonfirmasi pada Sabtu siang (6/3/2021).
Koordinator Penegakan Hukum Satgas COVID-19 Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto mengungkapkan, hingga Sabtu siang setelah berkoordinasi dengan Kepala Desa Lemah Kembar ada 4 orang yang mengaku dari pihak keluarga yang menyerahkan diri ke polisi, usai peristiwa pengambilan jenazah paksa tersebut.
“Setelah kita koordinasi dengan pihak Kepala Desa Lemah Kembar, yang jemput paksa pasien probable COVID-19 di RS PG Wonolangan Kecamatan Dringu siang tadi, akhirnya empat orang pria mengaku keluarga jenazah L, bertanggung jawab dengan tindakan langkah mengambil paksa jasad, ke Mapolres Probolinggo secara sukarela,” terang Ugas.
Pihaknya kini masih berkoordinasi dengan kepolisian untuk melakukan penyelidikan dan tracing, atas pengambilan paksa jenazah terindikasi COVID-19
(msd)
Lihat Juga :