Pemimpin Baru Telah Lahir, Eri Cahyadi-Armuji Siap Lanjutkan Kebaikan
Jum'at, 05 Maret 2021 - 18:50 WIB
loading...
Wali Kota Eri Cahyadi dan Wawali Armuji secara resmi menerima tongkat kepemimpinan Surabaya pada (1/3/2021) di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.
A
A
A
KOTA SURABAYA - Setiap pemimpin ada masanya. Setiap masa, ada pemimpinnya. Kini, pemimpin baru itu telah lahir. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Wakil Wali Kota Surabaya siap melanjutkan kebaikan yang ada di Surabaya. Ia siap membawa Surabaya terbang tinggi!
Nyaris tak ada istirahat baginya. Usai dilantik di Gedung Negara Grahadi pada Jumat (26/2/2021) lalu, ia langsung tancap gas melayani warga Surabaya. Bahkan, di hari pertama kerja, Wali Kota Eri Cahyadi langsung memantau pelaksanaan vaksinasi massal bagi lansia di Lobby Gedung The Samator Jalan Kedung Baruk, Surabaya.
Setelah itu, ia juga memantau dan menyapa warga yang donor darah dan donor plasma konvalesen di Grand City Surabaya. Dia bersyukur karena Surabaya menjadi penggerak donor plasma konvalesen. Tentunya ini menunjukkan bahwa Surabaya membangun dengan cara gotong-royong.
“Insyaallah kalau kita bersama-sama dan bergotong-royong di masa pandemi ini, insyallah kita akan bisa melewatinya,” katanya.
Bahkan, ketika malam itu Surabaya diguyur hujan lebat, ia langsung terjun mengecek pompa air di Kenjeran dan bahu membahu mencari penyebab terjadinya genangan di kawasan tersebut. Hingga ditemukan ada jembatan yang bermasalah dan tak lagi difungsikan, sehingga dia pun meminta jajarannya untuk membongkar jembatan tersebut.
Nyaris tak ada istirahat baginya. Usai dilantik di Gedung Negara Grahadi pada Jumat (26/2/2021) lalu, ia langsung tancap gas melayani warga Surabaya. Bahkan, di hari pertama kerja, Wali Kota Eri Cahyadi langsung memantau pelaksanaan vaksinasi massal bagi lansia di Lobby Gedung The Samator Jalan Kedung Baruk, Surabaya.
Setelah itu, ia juga memantau dan menyapa warga yang donor darah dan donor plasma konvalesen di Grand City Surabaya. Dia bersyukur karena Surabaya menjadi penggerak donor plasma konvalesen. Tentunya ini menunjukkan bahwa Surabaya membangun dengan cara gotong-royong.
“Insyaallah kalau kita bersama-sama dan bergotong-royong di masa pandemi ini, insyallah kita akan bisa melewatinya,” katanya.
Bahkan, ketika malam itu Surabaya diguyur hujan lebat, ia langsung terjun mengecek pompa air di Kenjeran dan bahu membahu mencari penyebab terjadinya genangan di kawasan tersebut. Hingga ditemukan ada jembatan yang bermasalah dan tak lagi difungsikan, sehingga dia pun meminta jajarannya untuk membongkar jembatan tersebut.

Lihat Juga :