Diduga Limbah PT Pertamina Bocor, Sumur Warga Berbau Minyak
Kamis, 04 Maret 2021 - 16:17 WIB
loading...
A
A
A
Diakui warga setempat, sumur bor maupun sumur galian hanya mengalami bau tidak sedap pada musin hujan. Pada musim kemarau, bau yang terdapat dalam air sumur akan hilang dengan sendirinya. "Warga Wadu Mbolo berjumlah ratusan jiwa. Jadi airnya harus dipasok selama satu hari dan ditampung dalam satu bak besar. Tapi selama ini air yang didroping tidak cukup, karena kebutuhan banyak dan air sumur kami tidak bisa digunakan sama sekali terkecuali dengan terpaksa untuk keperluan mandi,"ujar Ferhat lagi.
Sementara pantauan media di lokasi, jarak perkampungan rumah warga dengan bak penampungan BBM milik PT Pertamina, hanya berjarak 20 meter. Air yang keluar dari sumur bor warga berbau, meski terlihat bening. Di RT 14 RW 05 ini, setidaknya ada 40 rumah yang didalamnya dihuni dengan jumlah KK yang berbeda.
Jika dihitung jumlah jiwa yang terdampak, bisa mencapai ratusan orang. Warga meminta adanya solusi yang kongkrit dari PT Pertamina, karena air mereka pasti tercemar setiap musim penghujan. "Jangan hanya bicara dari kantor mereka. Silahkan turun ke kampung dan rasakan sendiri bau air kami. Kami warga biasa buat apa mau menjelekkan Pertamina, kalau kami tidak dirugikan seperti ini," ungkap beberapa warga dengan lantang.
Sementara itu, pihak PT Pertamina memberikan jawaban melalui siaran pers tertulisnya mengatakan berdasarkan hasil uji sampel air warga tidak tercemar minyak dari PT Pertamina. "Sumber air warga Wadu Mbolo tidak tercemar minyak," katanya dalam jawaban tertulis. Baca juga: BPD Sulselbar dan Global Wakaf ACT Bangun Sumur Wakaf di Jeneponto
Dijelaskannya, setelah pengambilan sampel uji dari sumber air milik warga oleh Tim Labkesda Kota Bima pada Hari Senin (15/2) yang lalu, hasil pengujian yang dilakukan untuk melihat kandungan dan kualitas air sudah diperoleh. Uji sampel yang diambil dari 8 titik di lokasi sumber air yang berbeda milik warga di RW 05 Desa Wadumbolo Kelurahan Dara, Kota Bima sebagai bentuk respon cepat Pertamina terhadap keluhan yang disampaikan oleh masyarakat dinyatakan oleh Labkesda Kota Bima tidak tercemar minyak.
Sementara pantauan media di lokasi, jarak perkampungan rumah warga dengan bak penampungan BBM milik PT Pertamina, hanya berjarak 20 meter. Air yang keluar dari sumur bor warga berbau, meski terlihat bening. Di RT 14 RW 05 ini, setidaknya ada 40 rumah yang didalamnya dihuni dengan jumlah KK yang berbeda.
Jika dihitung jumlah jiwa yang terdampak, bisa mencapai ratusan orang. Warga meminta adanya solusi yang kongkrit dari PT Pertamina, karena air mereka pasti tercemar setiap musim penghujan. "Jangan hanya bicara dari kantor mereka. Silahkan turun ke kampung dan rasakan sendiri bau air kami. Kami warga biasa buat apa mau menjelekkan Pertamina, kalau kami tidak dirugikan seperti ini," ungkap beberapa warga dengan lantang.
Sementara itu, pihak PT Pertamina memberikan jawaban melalui siaran pers tertulisnya mengatakan berdasarkan hasil uji sampel air warga tidak tercemar minyak dari PT Pertamina. "Sumber air warga Wadu Mbolo tidak tercemar minyak," katanya dalam jawaban tertulis. Baca juga: BPD Sulselbar dan Global Wakaf ACT Bangun Sumur Wakaf di Jeneponto
Dijelaskannya, setelah pengambilan sampel uji dari sumber air milik warga oleh Tim Labkesda Kota Bima pada Hari Senin (15/2) yang lalu, hasil pengujian yang dilakukan untuk melihat kandungan dan kualitas air sudah diperoleh. Uji sampel yang diambil dari 8 titik di lokasi sumber air yang berbeda milik warga di RW 05 Desa Wadumbolo Kelurahan Dara, Kota Bima sebagai bentuk respon cepat Pertamina terhadap keluhan yang disampaikan oleh masyarakat dinyatakan oleh Labkesda Kota Bima tidak tercemar minyak.
Lihat Juga :