Gubernur Sulsel Sesalkan Bullying Terhadap Bocah Penjual Jalangkote
Senin, 18 Mei 2020 - 23:10 WIB
loading...
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah. Foto/Istimewa
A
A
A
MAKASSAR - Gubernur Sulsel , Nurdin Abdullah, angkat bicara ihwal aksi delapan pemuda yang melakukan bullying terhadap bocah penjual jalangkote di Kabupaten Pangkep. Ia mengaku prihatin dan menyesalkan kejadian tersebut. Dimintanya pula agar kepolisian memproses perkara tersebut sesuai aturan hukum yang berlaku.
Gubernur Nurdin menyebut aksi bullying terhadap RZ (12) patut disesalkan. Musababnya, korban dirisak saat tengah bekerja membantu orang tuanya mencari nafkah.
Baca Juga: Prabowo Subianto Jamin Biaya Pendidikan Bocah Korban Bullying di Pangkep
"Menyikapi perundungan (bullying) yang dialami anak kita oleh sekelompok anak muda di Pangkep dan viral di tanah air, sata tentu prihatin dan sangat menyesalkan kejadian tersebut. Terlebih peristiwa itu dialaminya saat membantu orang tuanya mencari nafkah," tulis Gubernur Nurdin, di akun Instagramnya, Senin (18/5/2020).
Menurut dia, saat ini para pelaku yang berjumlah delapan orang sudah diamankan di Markas Polres Pangkep. Ia berharap keadilan ditegakkan dengan memproses para pelaku tersebut. "Saya berharap mereka ini diproses hukum sesuai undang-undang yang berlaku," tuturnya.
Baca Juga: Kasus Bullying Penjual Jalangkote Diharap Berlanjut ke Pengadilan
Lebih jauh, Gubernur Nurdin berpendapat bullying merupakan tindakan yang berdampak pada psikologi dan mental. Olehnya itu, aksi perundungan tidak bisa ditoleransi, terlebih jika dilakukan kepada anak.
Gubernur Nurdin menyebut aksi bullying terhadap RZ (12) patut disesalkan. Musababnya, korban dirisak saat tengah bekerja membantu orang tuanya mencari nafkah.
Baca Juga: Prabowo Subianto Jamin Biaya Pendidikan Bocah Korban Bullying di Pangkep
"Menyikapi perundungan (bullying) yang dialami anak kita oleh sekelompok anak muda di Pangkep dan viral di tanah air, sata tentu prihatin dan sangat menyesalkan kejadian tersebut. Terlebih peristiwa itu dialaminya saat membantu orang tuanya mencari nafkah," tulis Gubernur Nurdin, di akun Instagramnya, Senin (18/5/2020).
Menurut dia, saat ini para pelaku yang berjumlah delapan orang sudah diamankan di Markas Polres Pangkep. Ia berharap keadilan ditegakkan dengan memproses para pelaku tersebut. "Saya berharap mereka ini diproses hukum sesuai undang-undang yang berlaku," tuturnya.
Baca Juga: Kasus Bullying Penjual Jalangkote Diharap Berlanjut ke Pengadilan
Lebih jauh, Gubernur Nurdin berpendapat bullying merupakan tindakan yang berdampak pada psikologi dan mental. Olehnya itu, aksi perundungan tidak bisa ditoleransi, terlebih jika dilakukan kepada anak.
Lihat Juga :