Bangun Ketahanan Pangan, FKDB dan Mabes Polri, Asstafsus Wapres Panen Raya di Cirebon
Senin, 18 Mei 2020 - 19:24 WIB
loading...
Stafsus Wapres RI Ikhsan Abdullah saat menghadiri panen raya perdana di areal persawahan Desa Jaga Pura, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. SINDOnews/Isra Triansyah
A
A
A
CIREBON - Forum Komunikasi Doa Bangsa (FKDB), Asisten Staf Khusus Wakil Presiden RI, dan Mabes Polri dalam hal ini Kabaharkam Polri panen raya di Desa Jaga Pura, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Panen padi varitas inpari 30 di atas lahan seluas 10 hektare mencapai 7,5 hingga 8 ton/bahu (1 bahu setara 0,70 hingga 0,74 hektare).
Panen ini wujud nyata hasil diskusi panjang 3 bulan fokus untuk meningkatkan hasil panen di daerah lumbung padi Jawa Barat, meliputi Kabupaten Cirebon, Indramayu, Karawang, dan Subang. Diskusi melibatkan FKDB, Kabaharkam Polri, Asisten Staf Khusus Wakil Presiden (Asstafsus Wapres) RI, dan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas).
Akhirnya diputuskan pada Sabtu 15 Februari 2020 untuk melakukan percobaan penanaman padi dengan membangun ekosistem yang didukung oleh teknologi pupuk futura serta nutrisi esensial. Setelah berjalan kurang lebih selama 90 hari, pada Senin (18/5/2020), bangsa ini tengah menghadapi pandemi COVID-19, tanaman padi tersebut membuahkan hasil yang memuaskan. (Baca juga; Pastikan Daging Aman, Disnakan Purwakarta Periksa Supermarket )
“Alhamdulillah dengan tehnologi dan ekosistem baru, dulu padi yang dipanen 4-5 ton/bahu kini meningkat sebesar 25% menjadi 7,5 hingga 8 ton/bahu. Ini sekaligus mendukung program kerja wapres yang berkualitas di bidang industri pertanian untuk meningkatkan produktivitas ketahanan pangan yakni dengan memperkuat ketahanan pangan masyarakat dalam kondisi pandemi COVID-19," papar Asisten Staf Khusus Wakil Presiden Dr H Ikhsan Abdullah SH MH.
Diketahui sebelumnya project penanaman benih padi yang dilakukan bersama antara Asisten Staf Wapres RI, FKDB, dan Bhabinkamtibmas pioner tidak menggunakan anggaran negara, melainkan murni dukungan dari personal masing-masing. (Baca juga; Minim Perhatian Pemprov Jabar, Guru Ngaji Senang Terima Sembako dari PKB )
Panen ini wujud nyata hasil diskusi panjang 3 bulan fokus untuk meningkatkan hasil panen di daerah lumbung padi Jawa Barat, meliputi Kabupaten Cirebon, Indramayu, Karawang, dan Subang. Diskusi melibatkan FKDB, Kabaharkam Polri, Asisten Staf Khusus Wakil Presiden (Asstafsus Wapres) RI, dan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas).
Akhirnya diputuskan pada Sabtu 15 Februari 2020 untuk melakukan percobaan penanaman padi dengan membangun ekosistem yang didukung oleh teknologi pupuk futura serta nutrisi esensial. Setelah berjalan kurang lebih selama 90 hari, pada Senin (18/5/2020), bangsa ini tengah menghadapi pandemi COVID-19, tanaman padi tersebut membuahkan hasil yang memuaskan. (Baca juga; Pastikan Daging Aman, Disnakan Purwakarta Periksa Supermarket )
“Alhamdulillah dengan tehnologi dan ekosistem baru, dulu padi yang dipanen 4-5 ton/bahu kini meningkat sebesar 25% menjadi 7,5 hingga 8 ton/bahu. Ini sekaligus mendukung program kerja wapres yang berkualitas di bidang industri pertanian untuk meningkatkan produktivitas ketahanan pangan yakni dengan memperkuat ketahanan pangan masyarakat dalam kondisi pandemi COVID-19," papar Asisten Staf Khusus Wakil Presiden Dr H Ikhsan Abdullah SH MH.
Diketahui sebelumnya project penanaman benih padi yang dilakukan bersama antara Asisten Staf Wapres RI, FKDB, dan Bhabinkamtibmas pioner tidak menggunakan anggaran negara, melainkan murni dukungan dari personal masing-masing. (Baca juga; Minim Perhatian Pemprov Jabar, Guru Ngaji Senang Terima Sembako dari PKB )
Lihat Juga :