Laporan Keuangan DP 0 Rupiah Tak Terbuka, ICW Sindir Perumnas dan Pengelola Apartemen di Cengkareng
Selasa, 02 Maret 2021 - 06:41 WIB
loading...
A
A
A
Pengamat Perkotaan Yayat Supriatna menjelaskan pengelolaan apartemen yang dilakukan profesional umumnya turut melibatkan penghuni untuk terlibat dalam berbagai aktivitas. Apalagi, banyak fasilitas-fasilitas yang memerlukan keahlian dalam proses pemeliharaannya.
"Konflik yang terjadi dan berulang seringkali ditumpangi oleh kelompok yang punya kepentingan tertentu," ujar Yayat.
Karena itu, dia meminta pemerintah daerah untuk menjadi mediator dalam penanganan ini. Aturan dalam kepengurusan apartemen seharusnya disosialisasikan dengan baik. Pemberdayaan komunitas penghuni amat diperlukan.
Selain itu, pengelola apartemen yang profesional memiliki prosedur operasional yang terstandarisasi. Termasuk saat terjadi situasi darurat seperti kebakaran, bencana alam, hingga wabah pandemi seperti saat ini.
Menurut Yayat, mekanisme pengelolaan apartemen yang ideal tidak boleh membuat salah satu pihak merasa dirugikan, karena bisa membuat potensi konflik menjadi tinggi. Belum lagi jika ada beberapa kepentingan, seperti ruang bersama yang tidak bisa dipakai sehingga pelayanan lain terganggu.
Baca juga: Atensi Pemerintah Diperlukan Tangani Persoalan Apartemen
Sosiolog Musni Umar menilai hal mendasar munculnya konflik umumnya dipicu motif mencari keuntungan. Maka itu, status pengelolaan harus diperjelas.
"Konflik yang terjadi dan berulang seringkali ditumpangi oleh kelompok yang punya kepentingan tertentu," ujar Yayat.
Karena itu, dia meminta pemerintah daerah untuk menjadi mediator dalam penanganan ini. Aturan dalam kepengurusan apartemen seharusnya disosialisasikan dengan baik. Pemberdayaan komunitas penghuni amat diperlukan.
Selain itu, pengelola apartemen yang profesional memiliki prosedur operasional yang terstandarisasi. Termasuk saat terjadi situasi darurat seperti kebakaran, bencana alam, hingga wabah pandemi seperti saat ini.
Menurut Yayat, mekanisme pengelolaan apartemen yang ideal tidak boleh membuat salah satu pihak merasa dirugikan, karena bisa membuat potensi konflik menjadi tinggi. Belum lagi jika ada beberapa kepentingan, seperti ruang bersama yang tidak bisa dipakai sehingga pelayanan lain terganggu.
Baca juga: Atensi Pemerintah Diperlukan Tangani Persoalan Apartemen
Sosiolog Musni Umar menilai hal mendasar munculnya konflik umumnya dipicu motif mencari keuntungan. Maka itu, status pengelolaan harus diperjelas.
Lihat Juga :