Pemkab Banyuasin Siapkan Dana Bantuan Setengah Triliun
Senin, 18 Mei 2020 - 18:00 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
BANYUASIN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuasin sudah mulai membagikan bantuan sosial kepada masyarakatnya. Askolani, sang Bupati, menjamin bahwa mereka yang berhak akan mendapatkan bansos ini.
Nah, jika masih terdapat warga miskin yang belum terdata, baik dari bansos Kemensos maupun bantuan penanganan dampak COVID-19 bidang pengamanan jaringan sosial Kabupaten Banyuasin, pihaknya telah menyiapkan bantuan pangan 40.000 paket sembako yang terdiri dari 400.000 kilogram beras dan 40.000 dus mie instan.
"Bantuan pangan ini khusus bagi masyarakat yang belum terdata dalam bansos. Bagi yang kaya, pegawai, yang ada gaji bulanan kiranya untuk tidak ikut mendaftar. Kita utamakan kepada warga yang memang memerlukan bantuan," tegasnya.
Dijelaskan Askolani, setelah dilakukan verifikasi dan validasi ulang tahap kedua secara berjenjang dari tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten, jumlah (warga) Miskin Baru terdampak COVID-19 bertambah sebanyak 17.357 KPM dari sebelumnya 45.547 KPM menjadi 62.904 KPM. ( Baca:Bupati Ingatkan, Uang Bansos Bukan untuk Beli Pulsa dan Rokok )
Begitu juga dengan penerima bansos Kemensos yang terdapat penambahan menjadi 86.006 KPM dari 77.191 KPM. Rinciannya, PKH BSP dari 28.229 KPM menjadi 28.423 KPM, Perluasan BSP dari 15.816 KPM menjadi 16.444 KPM, Bansos Tunai dari 15.901 menjadi 19.003 KPM. Tambahan PKH 4.891 KPM dan BSP non PKH 17.245 KPM.
Nah, jika masih terdapat warga miskin yang belum terdata, baik dari bansos Kemensos maupun bantuan penanganan dampak COVID-19 bidang pengamanan jaringan sosial Kabupaten Banyuasin, pihaknya telah menyiapkan bantuan pangan 40.000 paket sembako yang terdiri dari 400.000 kilogram beras dan 40.000 dus mie instan.
"Bantuan pangan ini khusus bagi masyarakat yang belum terdata dalam bansos. Bagi yang kaya, pegawai, yang ada gaji bulanan kiranya untuk tidak ikut mendaftar. Kita utamakan kepada warga yang memang memerlukan bantuan," tegasnya.
Dijelaskan Askolani, setelah dilakukan verifikasi dan validasi ulang tahap kedua secara berjenjang dari tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten, jumlah (warga) Miskin Baru terdampak COVID-19 bertambah sebanyak 17.357 KPM dari sebelumnya 45.547 KPM menjadi 62.904 KPM. ( Baca:Bupati Ingatkan, Uang Bansos Bukan untuk Beli Pulsa dan Rokok )
Begitu juga dengan penerima bansos Kemensos yang terdapat penambahan menjadi 86.006 KPM dari 77.191 KPM. Rinciannya, PKH BSP dari 28.229 KPM menjadi 28.423 KPM, Perluasan BSP dari 15.816 KPM menjadi 16.444 KPM, Bansos Tunai dari 15.901 menjadi 19.003 KPM. Tambahan PKH 4.891 KPM dan BSP non PKH 17.245 KPM.
Lihat Juga :