Cerita Warga Solo yang Nekat Mudik Jalan Kaki dari Jakarta
Senin, 18 Mei 2020 - 15:38 WIB
loading...
Maulana Arif Budi Satrio, warga Solo yang nekat mudik jalan kaki dari Jakarta saat menjalani karantina di Gedung Graha Wisata Niaga Solo, Senin (18/5/2020). Foto/istimewa
A
A
A
SOLO - Salah seorang pemudik yang dikarantina di Gedung Graha Wisata Niaga Solo mengaku pulang dari Jakarta dengan berjalan kaki. Maulana Arif Budi Satrio, warga Sudiroprajan, Solo nekat melakukan itu setelah upayanya pulang dengan kendaraan gagal.
Maulana Arif Budi Satrio sebelum memutuskan pulang ke kampung halamannya di Solo merupakan sopir bus pariwisata di wilayah Cibubur sejak 2017 yang akhirnya terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Ia terkena dampak pandemi COVID-19 yang merebak di Indonesia. Bisnis persewaan bus pariwisata mulai terdampak Maret 2020, sehingga perusahaan tempatnya bekerja melakukan PHK kepada kru bus awal Mei lalu. "Saya harus memutar otak untuk bisa bertahan hidup di perantauan tanpa penghasilan," kata Maulana Arif Budi Satrio di Gedung Graha Wisata Niaga Solo , Senin (18/5/2020).
Mudik ke kampung halaman di Solo akhirnya menjadi pilihan yang dinilai paling realistis. Kontrakan diserahkan kepada temannya untuk ditinggali meski baru berakhir Juni mendatang. "Kontrakan saya berikan ke tetangga depan rumah yang kontrakannya sudah habis dan diusir. Karena kasihan tetangga itu memiliki anak kecil, saya meminta tetangga itu untuk menempati kontrakan saya," ucapnya. (Baca juga: Pemudik Ini Lolos Tiba di Gunungkidul Tanpa Pemeriksaan Sejak dari Jakarta )
Airf pun mencoba alternatif mudik dengan memanfaatkan moda angkutan transportasi umum bus. Ia rela merogoh kocek sebesar Rp500.000 untuk membeli tiket. Namun moda transportasi tak sesuai harapan. "Yang dipesan angkutan bus, yang datang mobil ELF. Saya nggak mau, akhirnya nggak jadi berangkat," katanya.
Ia kemudian mencoba menggunakan kendaraan pribadi. Namun ketika sampai di tol Cikarang malah diminta memutar ke kota awal pemberangkatan. "Saya putus asa dan malah mau berantem di tol Cikarang karena disuruh balik," ujarnya.
Maulana Arif Budi Satrio sebelum memutuskan pulang ke kampung halamannya di Solo merupakan sopir bus pariwisata di wilayah Cibubur sejak 2017 yang akhirnya terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Ia terkena dampak pandemi COVID-19 yang merebak di Indonesia. Bisnis persewaan bus pariwisata mulai terdampak Maret 2020, sehingga perusahaan tempatnya bekerja melakukan PHK kepada kru bus awal Mei lalu. "Saya harus memutar otak untuk bisa bertahan hidup di perantauan tanpa penghasilan," kata Maulana Arif Budi Satrio di Gedung Graha Wisata Niaga Solo , Senin (18/5/2020).
Mudik ke kampung halaman di Solo akhirnya menjadi pilihan yang dinilai paling realistis. Kontrakan diserahkan kepada temannya untuk ditinggali meski baru berakhir Juni mendatang. "Kontrakan saya berikan ke tetangga depan rumah yang kontrakannya sudah habis dan diusir. Karena kasihan tetangga itu memiliki anak kecil, saya meminta tetangga itu untuk menempati kontrakan saya," ucapnya. (Baca juga: Pemudik Ini Lolos Tiba di Gunungkidul Tanpa Pemeriksaan Sejak dari Jakarta )
Airf pun mencoba alternatif mudik dengan memanfaatkan moda angkutan transportasi umum bus. Ia rela merogoh kocek sebesar Rp500.000 untuk membeli tiket. Namun moda transportasi tak sesuai harapan. "Yang dipesan angkutan bus, yang datang mobil ELF. Saya nggak mau, akhirnya nggak jadi berangkat," katanya.
Ia kemudian mencoba menggunakan kendaraan pribadi. Namun ketika sampai di tol Cikarang malah diminta memutar ke kota awal pemberangkatan. "Saya putus asa dan malah mau berantem di tol Cikarang karena disuruh balik," ujarnya.
Lihat Juga :