Miris, Nenek Tarmisah Hidup Prihatin di Desa Miliarder Sumurgeneng

loading...
Miris, Nenek Tarmisah Hidup Prihatin di Desa Miliarder Sumurgeneng
Miris, Nenek Tarmisah Hidup Prihatin di Desa Miliarder Sumurgeneng. Foto/MPI/Pipiet
TUBAN - Mendengar nama kampung miliarder di Kabupaten Tuban , Jawa Timur, yang terbersit adalah warga yang bergelimangan harta.

Namun, siapa sangka dibalik kehidupan mewah para miliarder baru itu ternyata masih terdapat ratusan warga yang hidup dalam serba kekurangan. Bahkan, masih banyak yang menggantungkan hidup dari bantuan sosial pemerintah.

Seperti yang dialami Tarmisah (60) warga Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuba, Jatim yang hidup bersama adiknya di rumah berdinding bambu dan berlantai tanah.

Tarmisah tidak menjadi milyader seperti tetangganya karena tidak memiliki lahan yang bisa dijual. Bahkan, untuk hidup sehari-hari dirinya hanya bergantung pada bantuan sosial pemerintah dan kiriman makanan dari tetangga.

Baca juga: Tersapu Kilang Minyak, 3 Dusun di Tubang Berubah Jadi Kampung Mati



"Hari-hari di rumah sama adik saya. Saya bukan milyarder, kerjaan saya buruh. Saya nggak dapat apa apa," tuturnya.

Berdasarkan data, warga miskin di Desa Sumurgeneng sebanyak 326 orang yang kebanyakan bekerja sebagai buruh tani dan serautan. Namun, 27 orang telah berubah status karena menjadi miliarder baru pasca mendapatkan uang pembebasan lahan kilang minyak Pertamina.

Baca juga: Pertamina Gandeng BRI Sosialisasikan Program Pertashop ke 5.000 Agen Brilink

"Total penduduk Sumurgeneng yang beridentitas ada 2.700. Kalau semuanya 3.600. Penduduk miskijn penerima bantuan ada 326. Tapi 27 orangnya sudah berubah status dann dicoret dari daftar warga miskin penerima bantuan pangan nontunai karena dapat pembebasan lahan," tutur Kepala Desa Sumurgeneng Gihanto.
(boy)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top