Ini Penyebab Ricuh Vaksinasi Pedagang di Pasar Tanah Abang
Kamis, 25 Februari 2021 - 08:10 WIB
loading...
A
A
A
Siti yang juga menjabat sebagai Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza pada Dirjen P2P Kemenkes itu, menilai selain buruknya komunikasi publik, pemicu kerumunan adalah alur vaksinasi yang diubah.
Pada pelaksanaan awal, 17 - 20 Februari, pedagang diminta datang ke lokasi vaksinasi sesuai jadwal yang tertera di kupon masing-masing. Sedangkan pada 22 dan 23 Februari, vaksinasi digelar tanpa kupon. Alhasil pedagang datang berduyun-duyun ke lokasi vaksinasi di jam yang sama.
"Pada Senin dan Selasa (23 dan 24 Februari) itu kita coba tidak pakai kupon. Nah itu mungkin yang membuat pedagang susah diatur," kata Siti.
Sekadar informasi, proses pemberian vaksinasi kepada para pedagang di Pasar Tanah Abang sempat terhenti pada Selasa (23/2) dan Rabu (24/2) kemarin. Hal itu lantaran pedagang yang akan mendapatkan vaksin kian membludak.
Pada pelaksanaan awal, 17 - 20 Februari, pedagang diminta datang ke lokasi vaksinasi sesuai jadwal yang tertera di kupon masing-masing. Sedangkan pada 22 dan 23 Februari, vaksinasi digelar tanpa kupon. Alhasil pedagang datang berduyun-duyun ke lokasi vaksinasi di jam yang sama.
"Pada Senin dan Selasa (23 dan 24 Februari) itu kita coba tidak pakai kupon. Nah itu mungkin yang membuat pedagang susah diatur," kata Siti.
Sekadar informasi, proses pemberian vaksinasi kepada para pedagang di Pasar Tanah Abang sempat terhenti pada Selasa (23/2) dan Rabu (24/2) kemarin. Hal itu lantaran pedagang yang akan mendapatkan vaksin kian membludak.
(wib)
Lihat Juga :