Di Tengah Badai Pandemi COVID-19, Aset Koperasi Wanita di Malang Ini Tembus Rp112 M
Rabu, 24 Februari 2021 - 07:38 WIB
loading...
Ketua Umum Koperasi SBW Malang, Sri Untari Bisowarno. Foto/SINDOnews/Lukman Hakim
A
A
A
SURABAYA - Pandemi COVID-19 membuat sejumlah sektor usaha terpuruk. Tapi hal itu tidak berlaku bagi Koperasi Wanita (Kopwan) Setia Budi Wanita (SBW) Malang. Selama 2020, aset koperasi yang berlokasi di Malang itu, menembus angka Rp112 miliar dengan omset mencapai Rp130 miliar.
Baca juga: PP 7/2021 Terbit, Teten Optimis Koperasi dan UMKM Dipermudah
"Alhamdulillah, meski di tengah pandemi kondisi keuangan koperasi cukup baik. Jumlah aset meningkat 3%. Omzet turun 16%, namun tabungan anggota meningkat. SHU (sisa hasil usaha) juga meningkat," kata Ketua Umum Kopwan SBW, Sri Untari Bisowarno.
Ketua Umum Dewan Koperasi Nasional (Dekopin) ini menyatakan, koperasi yang dipimpinnya ini merupakan bentuk implementasi dari nilai-nilai Pancasila, dan Trisakti Bung Karno. "Dalam Trisakti itu ada kemandirian ekonomi . Sistem tanggung renteng dalam koperasi sebenarnya berbasis kepada nilai-nilai Pancasila," ujarnya.
Baca juga: Palangkaraya Gempar, Usai Cekcok Istri Ditemukan Tewas Bersibah Darah dan Suami Gantung Diri
Peraih gelar doktor dari Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang ini mengungkapkan, anggota Kopwan SBW saat ini mencapai 10.000 orang. Diapun mengajak koperasi-koperasi besar untuk menggerakkan koperasi pada sektor riil. "Kami berharap koperasi-koperasi besar lainnya melakukan pembinaan pada koperasi lainnya agar mereka ikut tumbuh bersama," terangnya.
Baca juga: PP 7/2021 Terbit, Teten Optimis Koperasi dan UMKM Dipermudah
"Alhamdulillah, meski di tengah pandemi kondisi keuangan koperasi cukup baik. Jumlah aset meningkat 3%. Omzet turun 16%, namun tabungan anggota meningkat. SHU (sisa hasil usaha) juga meningkat," kata Ketua Umum Kopwan SBW, Sri Untari Bisowarno.
Ketua Umum Dewan Koperasi Nasional (Dekopin) ini menyatakan, koperasi yang dipimpinnya ini merupakan bentuk implementasi dari nilai-nilai Pancasila, dan Trisakti Bung Karno. "Dalam Trisakti itu ada kemandirian ekonomi . Sistem tanggung renteng dalam koperasi sebenarnya berbasis kepada nilai-nilai Pancasila," ujarnya.
Baca juga: Palangkaraya Gempar, Usai Cekcok Istri Ditemukan Tewas Bersibah Darah dan Suami Gantung Diri
Peraih gelar doktor dari Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang ini mengungkapkan, anggota Kopwan SBW saat ini mencapai 10.000 orang. Diapun mengajak koperasi-koperasi besar untuk menggerakkan koperasi pada sektor riil. "Kami berharap koperasi-koperasi besar lainnya melakukan pembinaan pada koperasi lainnya agar mereka ikut tumbuh bersama," terangnya.
Lihat Juga :