Ridwan Kamil Dikabar ke Golkar, Saan Mustofa: Kami Justru Tidak Minta Kang Emil Jadi Kader

Rabu, 24 Februari 2021 - 01:19 WIB
loading...
Ridwan Kamil Dikabar...
Ketua DPW Partai Nasdem Jawa Barat Saan Mustofa (kanan) saat menyerahkan surat dukungan kepada Ridwan Kamil untuk maju sebagai calon Gubernur Jabar di ajang Pilgub Jabar 2018 lalu. Foto/MPI
A A A
BANDUNG - Sebagai partai pengusung Ridwan Kamil di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat 2018 lalu, Partai Nasional Demokrat (NasDem) angkat bicara menanggapi kabar Ridwan Kamil tengah mengincar kursi ketua Partai Golkar Jabar.

Meski kabar tersebut telah dibantah Ridwan Kamil, namun Ketua DPW Partai NasDem Jabar, Saan Mustofa menegaskan, pihaknya tak menginginkan Ridwan Kamil menjadi kader partai. Bahkan, kata Saan, partainya sendiri pun tak pernah memberikan tawaran kepada Ridwan Kamil untuk menjadi kader partai besutan Surya Paloh itu."Kalau kami sejak awal justru tidak meminta Kang Emil (sapaan Ridwan Kamil) jadi kader Nasdem, malah saya juga sarankan beliau supaya tidak jadi kader partai manapun," ungkap Saan, Senin (12/2/2021).

Bagi Partai NasDem, lanjut Saan, Ridwan Kamil tetaplah seorang teknokrat dengan gaya kepemimpinan khas teknokrat. Diketahui, Ridwan Kamil merupakan merupakan jebolan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan sempat berprofesi sebagai arsitek."Beliau ini teknokrat, biarlah tetap jadi teknokrat. Kalau jadi pengurus atau kader partai, dia bakal terbebani," tegas Saan. Baca juga: Tinjau Longsor Cimanggung Sumedang, Ridwan Kamil: Peringatan Kelaikan Permukiman

Saan menegaskan, hingga saat ini, partainya tetap tidak menginginkan Ridwan Kamil menjadi kader partai. Terlebih, kata Saan, Indonesia pun memiliki pengalaman dipimpin oleh seorang teknokrat, yakni mantan Wakil Presiden Boediono yang dikenal sebagai ekonom. "Sampai sekarang masih dalam posisi seperti itu, menyarankan tidak jadi kader partai manapun, biar Kang Emil jadi milik semua partai," tegasnya.

Disinggung apakah Ridwan Kamil butuh kendaraan politik untuk menghadapi ajang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 menyusul masa kepemimpinannya sebagai Gubernur Jabar habis 2023 mendatang, Saan menjelaskan, Ridwan Kamil justru dapat lebih leluasa bergerak jika tidak menjadi kader partai.

Dalam hitung-hitungan politisnya, Saan yakin, Ridwan Kamil yang kini telah masuk dalam bursa calon presiden (capres) potensial justru bakal kesulitan bergerak di tengah posisinya sebagai kader partai atau menjadi ketua partai di Jabar."Justru dengan tanpa posisi itu bagus buat kang Emil. Dia bisa keliling Indonesia, blusukan untuk mempersiapkan diri di pilpres. Kalau misalkan jadi ketua partai di Jabar, dia bakal kesulitan keliling Indonesia, dalam kapasitasnya sebagai apa?" kata Saan.

Diketahui, kabar Ridwan Kamil tengah mengincar kursi Ketua Golkar Jabar keluar dari mulut pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Ujang Komarudin. Ujang mengaku, mendapatkan informasi bahwa Emil mengincar kursi Ketua DPD Golkar Jabar pasca masa jabatannya habis pada 2023 mendatang. Baca juga: Kapolsek Cantik Nyabu, Ridwan Kamil: Jauhi Narkoba, Dekati D/ayana

"Saya dengar RK (Ridwan Kamil), sedang berencana atau mengincar ingin jadi Ketua DPD Golkar Jabar. Itu artinya RK sudah paham dan sudah tahu apa yang akan terjadi pada dirinya. Daripada nanti gak punya jabatan, maka ambil posisi Ketua Golkar Jabar," ujar Ujang kepada MNC Portal, Minggu (21/2/2021).

Namun begitu, Ridwan Kamil membantah kabar tersebut. Dia beralasan, jika kabar tersebut benar adanya, dirinya tentu sudah melakukan pergerakan politik, agar kursi tersebut bisa diraihnya. "Iformasi itu tidak betul. Kalau betul, sejak kemaren musda (Musyawarah Daerah DPD Partai Golkar Jabar) sudah ada pergerakan. Kan ga ada," ujar Emil di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Senin (22/2/2021).
(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Fahd Arafiq Restui Tajudin...
Fahd Arafiq Restui Tajudin Tabri Pimpin Golkar Depok, Target 11 Kursi
KPK Belum Panggil Ridwan...
KPK Belum Panggil Ridwan Kamil di Kasus BJB, Setyo Budiyanto: Sedang Dikaji
Kemendagri Bakal Batalkan...
Kemendagri Bakal Batalkan Surat Edaran Soal Larangan Truk Sumbu 3 Jika Tak Sesuai Hukum
Kisah Cinta Atalia Praratya...
Kisah Cinta Atalia Praratya - Ridwan Kamil selama 29 Tahun Bakal Berakhir di Januari 2026?
Isu Perempuan Lain Jadi...
Isu Perempuan Lain Jadi Pemicu Gugatan Cerai ke Ridwan Kamil, Ini Respons Atalia
Atalia Praratya Datang...
Atalia Praratya Datang saat Sidang Cerai dengan Ridwan Kamil: Doain Saja Ya!
Viral Lagu MBG Mas Bahlil...
Viral Lagu MBG Mas Bahlil Ganteng, Adi Prayitno: Suka Tidak Suka, Ini Menguntungkan Golkar
Golkar Sebut Pemilu...
Golkar Sebut Pemilu 2029 Bisa Gunakan Sistem e-Voting asal Prasyarat Ini Dipenuhi
Maju di Mubes, La Ode...
Maju di Mubes, La Ode Safiul Akbar Siap Pimpin Kosgoro 1957
Rekomendasi
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Dikhianati Suami, Shiena...
Dikhianati Suami, Shiena Bangkit Bongkar Perselingkuhan di Microdrama V+Short Replaceable
Sebaik-baikya Puasa...
Sebaik-baikya Puasa Setelah Ramadan, Ternyata Puasa Muharram!
Berita Terkini
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
Pegadaian Kanwil IX...
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis di Dua Lokasi
Rencana Aksi Lagi di...
Rencana Aksi Lagi di Bundaran HI, Ketua BEM UI Ingin Dobrak Kemacetan Mobilitas Sosial
Viral Gunung Lawu Akan...
Viral Gunung Lawu Akan Erupsi Besar, Badan Geologi: Hoaks!
Besok Eksekusi Lahan...
Besok Eksekusi Lahan Hotel Sultan, Sejumlah Akses Menuju GBK Ditutup
Divonis 6 Tahun Penjara,...
Divonis 6 Tahun Penjara, Pengusaha Jambi Bengawan Kamto Tempuh Banding
Infografis
Balas Dendam ke AS,...
Balas Dendam ke AS, China Naikkan Tarif Impor Jadi 125%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved