Buka Konferensi Internasional IKA Unpad, Jokowi: 2021 Momentum untuk Bangkit
Rabu, 24 Februari 2021 - 01:35 WIB
loading...
A
A
A
Dia juga menyebutkan bahwa Indonesia termasuk negara yang beruntung karena sudah memulai vaksinasi COVID-19. Hal tak lepas dari upaya Indonesia yang sudah bergerak mengamankan akses dan komitmen pasokan vaksin bagi bangsa Indonesia sejak awal pandemi. "Diplomasi vaksin kita sudah berjalan dari sejak awal pandemi. Hasilnya, Indonesia adalah termasuk negara di Asia Tenggara yang telah memulai vaksinasi sejak Januari 2021," sebut Jokowi.
Jokowi berharap, program vaksinasi COVID-19 bagi rakyat Indonesia dapat rampung akhir 2021 mendatang. Diakuinya, target tersebut menjadi tantangan yang berat. Meski begitu, pihaknya akan terus berupaya keras, agar target tersebut dapat tercapai. "Kita akan berusaha sekuat tenaga untuk mencapai target tersebut," ucapnya.
Jokowi mengingatkan, selain mengamankan akses vaksin COVID-19 bagi bangsa Indonesia, pemerintah pun terus mendorong kesetaraan akses vaksin COVID-19 bagi negara-negara lain di dunia. "Selain mengamankan kebutuhan vaksin untuk tingkat nasional, kita juga bergerak di tataran multilateral, berkontribusi melalui institusi-institusi internasional," kata Jokowi.
Jokowi kembali menegaskan bahwa ketersediaan vaksin COVID-19 bukan berarti pandemi COVID-19 di Indoensia selesai. Dia mengingatkan, agar seluruh rakyat Indonesia tetap mematuhi dan disiplin menerapkan protokol kesehatan secara ketat. "Pakai masker, jaga jarak, cuci tangan, dan terus melakukan testing, tracing, dan treatment," katanya. Baca juga: Satgas Harap Pengembangan Vaksin Nusantara Sesuai Prinsip yang Berlaku
Saat ini, pemerintah pun mengedepankan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dengan melibatkan komunitas sosial paling bawah, yakni RT dan RW. Bahkan, RT dan RW pun dilibatkan langsung dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) bagi masyarakat terdampak COVID-19. "Dengan pola penanganan berskala mikro ini, saya meyakini kurva laju penambahan kasus baru dapat ditekan dan masyarakat juga mendapatkan pelayanan bantuan yang diperlukan," tandasnya.
Sementara itu, Rektor Unpad, Prof Dr Rina Indiastuti yang hadir secara langsung dalam konferensi yang digelar di Hotel Pullman, Kota Bandung itu mengatakan bahwa kolaborasi dan kerja sama merupakan kunci dalam menangani pandemi COVID-19.
Merujuk pada pesan yang disampaikan Preaiden Jokowi, Rina menilai bahwa konferensi internasional yang digelar IKA Unpad ini merupakan salah satu upaya kolaborasi untuk melahirkan solusi bersama dalam menghadapi sekaligus mengatasi pandemi COVID-19. "Alumni Unpad ini kan banyak sekali. Lewat konferensi ini, mereka diharapkan bisa berkolaborasi untuk mengeksplorasi gagasan-gagasan tepat dalam mengatasi pandemi," ujarnya.
Jokowi berharap, program vaksinasi COVID-19 bagi rakyat Indonesia dapat rampung akhir 2021 mendatang. Diakuinya, target tersebut menjadi tantangan yang berat. Meski begitu, pihaknya akan terus berupaya keras, agar target tersebut dapat tercapai. "Kita akan berusaha sekuat tenaga untuk mencapai target tersebut," ucapnya.
Jokowi mengingatkan, selain mengamankan akses vaksin COVID-19 bagi bangsa Indonesia, pemerintah pun terus mendorong kesetaraan akses vaksin COVID-19 bagi negara-negara lain di dunia. "Selain mengamankan kebutuhan vaksin untuk tingkat nasional, kita juga bergerak di tataran multilateral, berkontribusi melalui institusi-institusi internasional," kata Jokowi.
Jokowi kembali menegaskan bahwa ketersediaan vaksin COVID-19 bukan berarti pandemi COVID-19 di Indoensia selesai. Dia mengingatkan, agar seluruh rakyat Indonesia tetap mematuhi dan disiplin menerapkan protokol kesehatan secara ketat. "Pakai masker, jaga jarak, cuci tangan, dan terus melakukan testing, tracing, dan treatment," katanya. Baca juga: Satgas Harap Pengembangan Vaksin Nusantara Sesuai Prinsip yang Berlaku
Saat ini, pemerintah pun mengedepankan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dengan melibatkan komunitas sosial paling bawah, yakni RT dan RW. Bahkan, RT dan RW pun dilibatkan langsung dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) bagi masyarakat terdampak COVID-19. "Dengan pola penanganan berskala mikro ini, saya meyakini kurva laju penambahan kasus baru dapat ditekan dan masyarakat juga mendapatkan pelayanan bantuan yang diperlukan," tandasnya.
Sementara itu, Rektor Unpad, Prof Dr Rina Indiastuti yang hadir secara langsung dalam konferensi yang digelar di Hotel Pullman, Kota Bandung itu mengatakan bahwa kolaborasi dan kerja sama merupakan kunci dalam menangani pandemi COVID-19.
Merujuk pada pesan yang disampaikan Preaiden Jokowi, Rina menilai bahwa konferensi internasional yang digelar IKA Unpad ini merupakan salah satu upaya kolaborasi untuk melahirkan solusi bersama dalam menghadapi sekaligus mengatasi pandemi COVID-19. "Alumni Unpad ini kan banyak sekali. Lewat konferensi ini, mereka diharapkan bisa berkolaborasi untuk mengeksplorasi gagasan-gagasan tepat dalam mengatasi pandemi," ujarnya.
Lihat Juga :