Dipromosikan via Medsos, Klinik Kecantikan Ilegal di Ciracas Jaktim Tipu Publik Figur
Selasa, 23 Februari 2021 - 22:03 WIB
loading...
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus memberikan keterangan terkait klinik kecantikan ilegal di Polda Metro Jaya, Selasa (23/2/2021). Foto: SINDOnews/Ari Sandita Murti
A
A
A
JAKARTA - Pemilik klinik kecantikan ilegal di Ciracas, Jakarta Timur berinisial SW alias Y menawarkan produknya melalui media sosial seperti Instagram. Tidak sedikit korbannya, ada juga public figure yang kena tipu.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, melalui Instagram pelaku menawarkan promosi paket perawatan kecantikan berupa suntik, injeksi botox, injeksi filler, dan tanam benang. Pasien yang tertarik bisa langsung menghubungi pelaku melalui WhatsApp.
Baca juga: Bongkar Klinik Kecantikan Ilegal, Polisi Tangkap Dokter Abal-abal
"Pasien menghubungi tersangka via DM (direct message) atau WA (WhatsApp), kemudian dapat melakukan konsultasi dengan mengirim foto. Tersangka lalu melakukan tindakan," ujarnya, Selasa (23/2/2021).
Selama satu bulan, pasien di klinik kecantikan ilegal mencapai 100 orang, khususnya sebelum pandemi Covid-19 merebak. Sedangkan, pada masa pandemi pasiennya hanya sekitar 30 orang saja.
Adapun korbannya tak hanya berasal dari orang biasa saja, tapi juga ada publik figur. Namun, polisi tak merinci siapa saja publik figur yang pernah tertipu untuk merawat kecantikannya di klinik tersebut.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, melalui Instagram pelaku menawarkan promosi paket perawatan kecantikan berupa suntik, injeksi botox, injeksi filler, dan tanam benang. Pasien yang tertarik bisa langsung menghubungi pelaku melalui WhatsApp.
Baca juga: Bongkar Klinik Kecantikan Ilegal, Polisi Tangkap Dokter Abal-abal
"Pasien menghubungi tersangka via DM (direct message) atau WA (WhatsApp), kemudian dapat melakukan konsultasi dengan mengirim foto. Tersangka lalu melakukan tindakan," ujarnya, Selasa (23/2/2021).
Selama satu bulan, pasien di klinik kecantikan ilegal mencapai 100 orang, khususnya sebelum pandemi Covid-19 merebak. Sedangkan, pada masa pandemi pasiennya hanya sekitar 30 orang saja.
Adapun korbannya tak hanya berasal dari orang biasa saja, tapi juga ada publik figur. Namun, polisi tak merinci siapa saja publik figur yang pernah tertipu untuk merawat kecantikannya di klinik tersebut.
Lihat Juga :