Cuti Bersama Dipangkas, Pelaku Usaha Pasrah dan Berdoa Pandemi Berakhir
Selasa, 23 Februari 2021 - 16:18 WIB
loading...
Cuti Bersama Dipangkas, Pelaku Usaha Pasrah dan Berdoa Pandemi Berakhir. Foto/Dok.MPI
A
A
A
BANDUNG BARAT - Rencana pemerintah yang memangkas cuti bersama tahun 2021 dari tujuh hari menjadi dua hari dihadapi dengan sikap pasrah oleh pelaku usaha.
Mereka juga berdoa agar upaya yang dijalankan pemerintah benar-benar berhasil serta efektif mencegah dan menekan kemunculan kasus COVID-19 yang sudah terjadi setahun terakhir.
"Kita pasrah aja, ikut yang terbaik instruksi pemerintah, agar Bangsa Indonesia benar-benar terbebas dari COVID-19 dan kehidupan kembali normal," terang owner Terminal Wisata Grafika Cikole (TWGC), Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Eko Supriyanto, Selasa (23/2/2021).
Menurutnya, apapun kebijakan pemerintah saat ini harus didukung meskipun bagi pelaku usaha kondisi tersebut tidak menguntungkan. Namun ketika COVID-19 masih tidak berujung pangkal, maka masih ada perasaan was-was dan takut.
Bagi sektor wisata, kondisi itu juga tidak akan mendongkrak kunjungan wisatawan seperti kondisi normal. Makanya lebih baik mengambil sebuah kebijakan yang kurang populis namun ke depan semuanya bisa pulih seperti semula.
"Ibaratnya kita diam atau mundur satu langkah, tapi bisa lompat lima sampai sepuluh langkah," ucapnya berfilosofi.
Baca juga: Polda Jabar Bakal Turunkan Tim Cek Dugaan Kejanggalan Proyek Jalan Kandang Roda-Sentul
Mereka juga berdoa agar upaya yang dijalankan pemerintah benar-benar berhasil serta efektif mencegah dan menekan kemunculan kasus COVID-19 yang sudah terjadi setahun terakhir.
"Kita pasrah aja, ikut yang terbaik instruksi pemerintah, agar Bangsa Indonesia benar-benar terbebas dari COVID-19 dan kehidupan kembali normal," terang owner Terminal Wisata Grafika Cikole (TWGC), Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Eko Supriyanto, Selasa (23/2/2021).
Menurutnya, apapun kebijakan pemerintah saat ini harus didukung meskipun bagi pelaku usaha kondisi tersebut tidak menguntungkan. Namun ketika COVID-19 masih tidak berujung pangkal, maka masih ada perasaan was-was dan takut.
Bagi sektor wisata, kondisi itu juga tidak akan mendongkrak kunjungan wisatawan seperti kondisi normal. Makanya lebih baik mengambil sebuah kebijakan yang kurang populis namun ke depan semuanya bisa pulih seperti semula.
"Ibaratnya kita diam atau mundur satu langkah, tapi bisa lompat lima sampai sepuluh langkah," ucapnya berfilosofi.
Baca juga: Polda Jabar Bakal Turunkan Tim Cek Dugaan Kejanggalan Proyek Jalan Kandang Roda-Sentul
Lihat Juga :