Pemkab Mojokerto Diminta Kaji Ulang Puskesmas untuk Isolasi Covid-19
Jum'at, 17 April 2020 - 21:59 WIB
loading...
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, Sujatmiko.Foto/SINDOnews/Tritus Julan.
A
A
A
MOJOKERTO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto sepertinya harus mengkaji ulang rencana menjadikan dua puskesmas sebagai tempat isolasi pasien dalam pengawasan (PDP) virus Corona. Lantaran, kurang memadainya fasilitas dan tenaga kesehatan di puskesmas.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto, dr Sujatmiko, mengungkapkan, dua puskesmas yang akan digunakan sebagai tempat isolasi PDP Covid-19, itu masih sebatas wacana. Puskesmas penyangga ini baru akan difungsikan jika rumah sakit sudah tidak mampu menampung akibat membludaknya pasien.
"Ya nanti jika terpaksa 2 RS (RSUD Prof dr Soekandar Mojosari dan RSUD Basoeni Gedeg), tidak menampung," kata dr Sujatmiko dalam pesan singkat yang dikirimkan melalui whatsapp, Jumat (17/4/2020).
Namun, sejauh ini Pemkab Mojokerto masih belum akan memfungsikan dua puskesmas, yakni Puskesmas Kupang di Kecamatan Jetis dan Puskesmas Gondang sebagai tempat isolasi PDP Covid-19. Dinkes Kabupaten Mojokerto sendiri juga belum melakukan persiapan penambahan fasilitas di dua fasilitas kesehatan tingkat I itu.
"Belum saatnya untuk disiapkan sekarang tapi skema ketenagaan dan tempat sudah ada. Berharap tidak sampai melibatkan rawat inap puskesmas (untuk penanganan Covid-19)," terang dokter Jat, panggilan akrabnya.
Sementara itu, sumber diinternal Dinkes Kabupaten Mojokerto menyebutkan, rencana Bupati Mojokerto Pungkasiadi untuk memfungsikan dua puskesmas sebagai tempat isolasi PDP virus Corona itu dinilai kurang tepat. Sebab, fasilitas kesehatan dan tenaga medis di dua puskesmas tersebut kurang memadai.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto, dr Sujatmiko, mengungkapkan, dua puskesmas yang akan digunakan sebagai tempat isolasi PDP Covid-19, itu masih sebatas wacana. Puskesmas penyangga ini baru akan difungsikan jika rumah sakit sudah tidak mampu menampung akibat membludaknya pasien.
"Ya nanti jika terpaksa 2 RS (RSUD Prof dr Soekandar Mojosari dan RSUD Basoeni Gedeg), tidak menampung," kata dr Sujatmiko dalam pesan singkat yang dikirimkan melalui whatsapp, Jumat (17/4/2020).
Namun, sejauh ini Pemkab Mojokerto masih belum akan memfungsikan dua puskesmas, yakni Puskesmas Kupang di Kecamatan Jetis dan Puskesmas Gondang sebagai tempat isolasi PDP Covid-19. Dinkes Kabupaten Mojokerto sendiri juga belum melakukan persiapan penambahan fasilitas di dua fasilitas kesehatan tingkat I itu.
"Belum saatnya untuk disiapkan sekarang tapi skema ketenagaan dan tempat sudah ada. Berharap tidak sampai melibatkan rawat inap puskesmas (untuk penanganan Covid-19)," terang dokter Jat, panggilan akrabnya.
Sementara itu, sumber diinternal Dinkes Kabupaten Mojokerto menyebutkan, rencana Bupati Mojokerto Pungkasiadi untuk memfungsikan dua puskesmas sebagai tempat isolasi PDP virus Corona itu dinilai kurang tepat. Sebab, fasilitas kesehatan dan tenaga medis di dua puskesmas tersebut kurang memadai.
Lihat Juga :