Pagi Ini Banjir di Karawang Makin Meluas, 8.539 Rumah Terendam Ribuan Orang Mengungsi
Minggu, 21 Februari 2021 - 10:17 WIB
loading...
Banjir di Karawang, semakin meluas hingga ke sejumlah perumahan mewah. Tampak perumahan Karaba Indah di Kecamatan Telukjambe, terendam banjir. Foto/SINDOnews/Nilakusuma
A
A
A
KARAWANG - Musibah banjir di Kabupaten Karawang, semakin meluas. Hingga Minggu (21/2/21) pagi, banjir menggenangi 15 kecamatan dan 34 desa. Warga yang mengungsi bertambah menjadi 4.184 orang dari 1.075 kepala keluarga.
Baca juga: Di Tengah Kepungan Banjir, Sabhara Polres Pekalongan Kota Berjibaku Evakuasi Lansia
Menurut Pelaksana Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang, Yasin Nasrulah, banjir semakin meluas setelah terjadi hujan terus-menerus selama empat hari berturut-turut.
Pihaknya melakukan pemetaan wilayah banjir yang membutuhkan bantuan evakuasi. "Kita terbatas fasilitas seperti perahu karet. Jadi untuk wilayah paling parah kita dahulukan. Yang lain bergantian kita gilir," katanya.
Menurut Yasin, meski kekurangan fasilitas untuk evakuasi, namun BPBD Karawang mendapat bantuan dari Pemprov Jabar, TNI dan Polri yang memiliki fasilitas perahu karet. Apalagi dengan keberadaan relawan yang cukup membantu pemerintah mengevakuasi warga . "Kami terima kasih dengan Tim SAR, TNI dan Polri yang menurunkan anggotanya ke lokasi banjir membantu warga," katanya.
Baca juga: Jadi Korban Banjir, Puluhan Pengungsi Nekat Mengemis di Tengah Jalur Pantura
Berdasarkan pendataan, Yasin menyebut sebanyak 8.539 rumah warga terendam banjir . Ketinggian air 20-200 cm. Banjir paling parah terjadi di Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe, dan Desa Dauwan, Kecamatan Cikampek, yang mencapai atap rumah. "Sampai sekarang masih tinggi di dua desa itu. Sudah ribuan orang mengungsi, " katanya.
![Pagi Ini Banjir di Karawang Makin Meluas, 8.539 Rumah Terendam Ribuan Orang Mengungsi]()
Banjir di Karawang , juga masih merendam Rumah Sakit Islam Karawang, di Jalan Pangkal Perjuangan, By Pass KM 2, Tanjungpura, Kecamatan Karawang Barat. Air tampak menggenang di pelataran rumah sakit, hingga bagian depan.
Baca juga: Perusakan Pabrik dan Gudang Tembakau, Polda NTB: Tak Ada Penahanan Ibu dan Balita
Banjir di rumah sakit tersebut diperkirakan setinggi 50 cm. Beberapa kendaraan roda empat tampak terjebak banjir di depan rumah sakit. Tak tampak ada aktivitas masyarakat di sekitar rumah sakit, namun belum diketahui secara pasti nasib pasiennya.
Baca juga: Forkas Jatim Kirim 350 Paket Sembako untuk Bantu Korban Longsor Nganjuk
Rumah Sakit Al Islam Karawang, terkena banjir karena posisinya lebih rendah dari jalan. Karena jalanan di depannya tampak tak terkena banjir. Selain itu, air juga menggenang di belakang Masjid Agung Karawang, Jalan Alun-alun Barat, Karawang Kulon. Air juga masih menggenang di Jalan Tanjungpura, dekat Tugu Udang.
Baca juga: Di Tengah Kepungan Banjir, Sabhara Polres Pekalongan Kota Berjibaku Evakuasi Lansia
Menurut Pelaksana Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang, Yasin Nasrulah, banjir semakin meluas setelah terjadi hujan terus-menerus selama empat hari berturut-turut.
Pihaknya melakukan pemetaan wilayah banjir yang membutuhkan bantuan evakuasi. "Kita terbatas fasilitas seperti perahu karet. Jadi untuk wilayah paling parah kita dahulukan. Yang lain bergantian kita gilir," katanya.
Menurut Yasin, meski kekurangan fasilitas untuk evakuasi, namun BPBD Karawang mendapat bantuan dari Pemprov Jabar, TNI dan Polri yang memiliki fasilitas perahu karet. Apalagi dengan keberadaan relawan yang cukup membantu pemerintah mengevakuasi warga . "Kami terima kasih dengan Tim SAR, TNI dan Polri yang menurunkan anggotanya ke lokasi banjir membantu warga," katanya.
Baca juga: Jadi Korban Banjir, Puluhan Pengungsi Nekat Mengemis di Tengah Jalur Pantura
Berdasarkan pendataan, Yasin menyebut sebanyak 8.539 rumah warga terendam banjir . Ketinggian air 20-200 cm. Banjir paling parah terjadi di Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe, dan Desa Dauwan, Kecamatan Cikampek, yang mencapai atap rumah. "Sampai sekarang masih tinggi di dua desa itu. Sudah ribuan orang mengungsi, " katanya.

Banjir di Karawang , juga masih merendam Rumah Sakit Islam Karawang, di Jalan Pangkal Perjuangan, By Pass KM 2, Tanjungpura, Kecamatan Karawang Barat. Air tampak menggenang di pelataran rumah sakit, hingga bagian depan.
Baca juga: Perusakan Pabrik dan Gudang Tembakau, Polda NTB: Tak Ada Penahanan Ibu dan Balita
Banjir di rumah sakit tersebut diperkirakan setinggi 50 cm. Beberapa kendaraan roda empat tampak terjebak banjir di depan rumah sakit. Tak tampak ada aktivitas masyarakat di sekitar rumah sakit, namun belum diketahui secara pasti nasib pasiennya.
Baca juga: Forkas Jatim Kirim 350 Paket Sembako untuk Bantu Korban Longsor Nganjuk
Rumah Sakit Al Islam Karawang, terkena banjir karena posisinya lebih rendah dari jalan. Karena jalanan di depannya tampak tak terkena banjir. Selain itu, air juga menggenang di belakang Masjid Agung Karawang, Jalan Alun-alun Barat, Karawang Kulon. Air juga masih menggenang di Jalan Tanjungpura, dekat Tugu Udang.
(eyt)
Lihat Juga :