Di Tengah Kepungan Banjir, Sabhara Polres Pekalongan Kota Berjibaku Evakuasi Lansia
Minggu, 21 Februari 2021 - 09:30 WIB
loading...
A
A
A
Sahri, salah seorang warga korban banjiur, mengaku, sejumlah warga yang masih bertahan di rumah mulai kesulitan dan tidak nyaman dengan kondisi banjir yang terus merendam hampir sebulan ini. "Rumah dan seluruh harta benda sudah terendam, tak ada yang bisa diselamatkan," ujarnya.
Baca juga: Forkas Jatim Kirim 350 Paket Sembako untuk Bantu Korban Longsor Nganjuk
Ribuan warga hingga kini menempati sekitar 45 tempat pengungsian, seperti masjid, mushola, sekolah, dan gudang. Kondisi cukup memprihatinkan, mereka terpaksa berdesakan tak ada penyekat. Pengungsi banyak yang menderita diare terutama bayi dan balita juga para manula.
Mahmudah, warga korban banjir Pekalongan, mengaku, sangat membutuhkan obat-obatan , minyak angin, saleb gatal-gatal, popok bayi dan manula. "Para balita juga membutuhkan makanan tambahan, serta susu bayi," terangnya.
Baca juga: Forkas Jatim Kirim 350 Paket Sembako untuk Bantu Korban Longsor Nganjuk
Ribuan warga hingga kini menempati sekitar 45 tempat pengungsian, seperti masjid, mushola, sekolah, dan gudang. Kondisi cukup memprihatinkan, mereka terpaksa berdesakan tak ada penyekat. Pengungsi banyak yang menderita diare terutama bayi dan balita juga para manula.
Mahmudah, warga korban banjir Pekalongan, mengaku, sangat membutuhkan obat-obatan , minyak angin, saleb gatal-gatal, popok bayi dan manula. "Para balita juga membutuhkan makanan tambahan, serta susu bayi," terangnya.
(eyt)
Lihat Juga :