Daya Beli Anjlok Akibat Pandemi, Pelaku UMKM Jabar Kehilangan Pendapatan 80 Persen
Sabtu, 20 Februari 2021 - 19:34 WIB
loading...
A
A
A
Dia menekankan, upaya dan strategi harus dilakukan untuk menyelamatkan dan memulihkan UMKM , di antaranya mempermudah UMKM mendapatkan bahan baku. "Selain itu, membentuk BLUD (Badan Layanan Umum Daerah), fasilitasi pembiayaan dan pemasaran, hingga program padat karya," katanya
Ketua Harian Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Ekonomi dan Transformasi Ekonomi Daerah Jabar Ipong Witono mengakui, peningkatan daya beli masyarakat amat krusial untuk membangkitkan UMKM di tengah pandemi COVID-19.
"Pemerintah Provinsi Jabar sudah berupaya meningkatkan daya beli dengan menyalurkan bansos, baik kepada masyarakat umum, pekerja, maupun pelaku usaha mikro," sebut Ipong.
Tidak hanya itu, ada pula upaya pembuatan marketplace khusus untuk pelaku UMKM dan pelaku ekonomi kreatif (ekraf) di Jabar. "Sasaran market dalam aplikasi bernama borongdong itu adalah ASN (aparatur sipil negara) di Jabar," kata Ipong.
Ketua Harian Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Ekonomi dan Transformasi Ekonomi Daerah Jabar Ipong Witono mengakui, peningkatan daya beli masyarakat amat krusial untuk membangkitkan UMKM di tengah pandemi COVID-19.
"Pemerintah Provinsi Jabar sudah berupaya meningkatkan daya beli dengan menyalurkan bansos, baik kepada masyarakat umum, pekerja, maupun pelaku usaha mikro," sebut Ipong.
Tidak hanya itu, ada pula upaya pembuatan marketplace khusus untuk pelaku UMKM dan pelaku ekonomi kreatif (ekraf) di Jabar. "Sasaran market dalam aplikasi bernama borongdong itu adalah ASN (aparatur sipil negara) di Jabar," kata Ipong.
(shf)
Lihat Juga :