Nucleaus Farma Kembangkan Obat Antikanker Alami
Kamis, 18 Februari 2021 - 14:18 WIB
loading...
Nucleaus Farma Kembangkan Obat Antikanker Alami. Foto/Ist
A
A
A
BOGOR - Setelah sukses dengan Onogate™, kini Nucleus Farma (PT Natura Nuswantara Nirmala) mengembangkan riset Sticophus variegatus dengan target sebagai obat anti kanker alami. Ekstraksi Sticophus variegatus ini diproduksi menggunakan Biotechnology LTLP (Low Temperature and Low Pressure)..
Nucleus Farma menjadi perusahaan pertama di Asia Tenggara yang bisa menghasilkan produk serbuk berkualitas dari ekstraksi LTLP sehingga bisa mempertahankan zat aktif alami dari Sticophus variegatus. (Baca juga: Atasi Covid-19, Nucleus Farma Beri Bantuan ke RS Darurat Wisma Atlet )
Produk tersebut yang digadang-gadang akan dapat menggantikan cairan jelly gamat yang diproses dengan suhu tinggi. Zat aktif alami dari Sticophus variegatus sangat rentan terhadap suhu dan proses kimia. Sehingga proses yang dilakukan oleh Nucleus Farma merupakan bagian dari biotechnology process yang dikembangkan secara serius dan sudah dipatenkan. (Baca juga: Senyawa Baru Antikanker dan Antimalaria Ditemukan, Ternyata dari Tumbuhan di Indonesia Timur )
Pada pengembangan ini Nucleus Farma bekerja sama dengan Pusat Penelitian Kimia LIPI-Puspiptek, akademisi dan praktisi untuk menemukan senyawa aktif sebagai antikanker. Saat ini kanker menjadi penyebab kematian ketiga terbanyak di Indonesia setelah jantung dan stroke. karena itu, Nucleus Farma mengembangkan obat kanker berbahan dasar alami.
Nucleus Farma pada Rabu (17/2/2021) memberikan informasi hasil penelitian analisis senyawa aktif dalam ekstrak Sticophus variegatus. Acara ini dihadiri CEO Nucleus Farma Edward Basilianus, Direktur Nucleus Farma Henryanto Komala, Komisaris Nucleus Farma Cipto Kokadir, Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Pancasila Prof Dr apt Syamsudin M Biomed dan dokter ahli kanker dan onkologi dr Manuel Hutapea Sp.OG (K) Onk serta dipandu apt Greesty F Swandiny M Farm.
“Nucleus Farma selalu mendukung dan aktif dalam pengembangan produk Indonesia Natural Medicine (INAMED), serta terbuka untuk bekerja sama dengan pihak akademisi, pemerintah dan praktisi,” kata CEO Nucleaus Farma Edwar Basilianus saat membuka acara, Rabu (17/2/2021).
Nucleus Farma menjadi perusahaan pertama di Asia Tenggara yang bisa menghasilkan produk serbuk berkualitas dari ekstraksi LTLP sehingga bisa mempertahankan zat aktif alami dari Sticophus variegatus. (Baca juga: Atasi Covid-19, Nucleus Farma Beri Bantuan ke RS Darurat Wisma Atlet )
Produk tersebut yang digadang-gadang akan dapat menggantikan cairan jelly gamat yang diproses dengan suhu tinggi. Zat aktif alami dari Sticophus variegatus sangat rentan terhadap suhu dan proses kimia. Sehingga proses yang dilakukan oleh Nucleus Farma merupakan bagian dari biotechnology process yang dikembangkan secara serius dan sudah dipatenkan. (Baca juga: Senyawa Baru Antikanker dan Antimalaria Ditemukan, Ternyata dari Tumbuhan di Indonesia Timur )
Pada pengembangan ini Nucleus Farma bekerja sama dengan Pusat Penelitian Kimia LIPI-Puspiptek, akademisi dan praktisi untuk menemukan senyawa aktif sebagai antikanker. Saat ini kanker menjadi penyebab kematian ketiga terbanyak di Indonesia setelah jantung dan stroke. karena itu, Nucleus Farma mengembangkan obat kanker berbahan dasar alami.
Nucleus Farma pada Rabu (17/2/2021) memberikan informasi hasil penelitian analisis senyawa aktif dalam ekstrak Sticophus variegatus. Acara ini dihadiri CEO Nucleus Farma Edward Basilianus, Direktur Nucleus Farma Henryanto Komala, Komisaris Nucleus Farma Cipto Kokadir, Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Pancasila Prof Dr apt Syamsudin M Biomed dan dokter ahli kanker dan onkologi dr Manuel Hutapea Sp.OG (K) Onk serta dipandu apt Greesty F Swandiny M Farm.
“Nucleus Farma selalu mendukung dan aktif dalam pengembangan produk Indonesia Natural Medicine (INAMED), serta terbuka untuk bekerja sama dengan pihak akademisi, pemerintah dan praktisi,” kata CEO Nucleaus Farma Edwar Basilianus saat membuka acara, Rabu (17/2/2021).
Lihat Juga :