Pemprov Gelontor Duit Rp161,6 Miliar, Surabaya Dapat Paling Banyak
Senin, 18 Mei 2020 - 11:30 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, bantuan Pemprov Jatim lainnya berupa bantuan pemberdayaan PKL yang hingga 17 Mei telah mencapai 18.500 bungkus atau setara dengan Rp 227.500.000. Dari 18.500 bungkus tersebut, 15.000 bungkus telah didistribusikan khusus di wilayah Surabaya.
“Di setiap dapur umun ada 20 PKL yang kita berdayakan dan kita minta untuk menyiapkan 50 nasi bungkus pada saat berbuka puasa dan 50 bungkus saat sahur,” terangnya.
Sedangkan untuk bantuan sosial bagi masyarakat terdampak Covid-19, Gubernur perempuan pertama Jatim ini juga menyampaikan telah menyalurkan bantuan yang terbagi ke dalam Suplemen BPNT berbasis Kelurahann dengan total mencapai Rp 38.693.700.000 atau setara 128.979 KPM (Keluarga Penerima Manfaat) dan Jaringan Pengaman Sosial sebesar Rp 87.000.000.000 atau setara Rp 145.000 KPM. Untuk Bansos anggaran langsung di transfer ke rekening kabupaten/ kota. Sementara suplemen BPNT dana langsung dikirim ke rekening KPM melalui Himpunan Bank Negara (Himbara).
“Penerima suplemen BPNT ini diberikan top up seratus ribu kali 3 bulan. Dengan total seluruh Jatim ada 333.022 KPM, untuk Kota Surabaya 118.758 KPM, sekitar 30 persen dari total provinsi karena seluruh wilayahnya kelurahan,” tutur Khofifah.
Jika suplemen BPNT didistribusikan berbasis kelurahan, maka pendistribusian bansos jaringan pengaman sosial oleh Pemprov diwenangkan ke Kabupaten/Kota untuk mendistribusikan. Pemilihan keluarga penerima bantuan yang terdampak covid diserahkan sepenuhnya kepada pemkab/ pemkot.
“Mana dan siapa yang terdampak Covid-19 dan belum tersisir oleh berbagai bansos, yang paling tau adalah Bupati/Walikota,” terangnya.
“Di setiap dapur umun ada 20 PKL yang kita berdayakan dan kita minta untuk menyiapkan 50 nasi bungkus pada saat berbuka puasa dan 50 bungkus saat sahur,” terangnya.
Sedangkan untuk bantuan sosial bagi masyarakat terdampak Covid-19, Gubernur perempuan pertama Jatim ini juga menyampaikan telah menyalurkan bantuan yang terbagi ke dalam Suplemen BPNT berbasis Kelurahann dengan total mencapai Rp 38.693.700.000 atau setara 128.979 KPM (Keluarga Penerima Manfaat) dan Jaringan Pengaman Sosial sebesar Rp 87.000.000.000 atau setara Rp 145.000 KPM. Untuk Bansos anggaran langsung di transfer ke rekening kabupaten/ kota. Sementara suplemen BPNT dana langsung dikirim ke rekening KPM melalui Himpunan Bank Negara (Himbara).
“Penerima suplemen BPNT ini diberikan top up seratus ribu kali 3 bulan. Dengan total seluruh Jatim ada 333.022 KPM, untuk Kota Surabaya 118.758 KPM, sekitar 30 persen dari total provinsi karena seluruh wilayahnya kelurahan,” tutur Khofifah.
Jika suplemen BPNT didistribusikan berbasis kelurahan, maka pendistribusian bansos jaringan pengaman sosial oleh Pemprov diwenangkan ke Kabupaten/Kota untuk mendistribusikan. Pemilihan keluarga penerima bantuan yang terdampak covid diserahkan sepenuhnya kepada pemkab/ pemkot.
“Mana dan siapa yang terdampak Covid-19 dan belum tersisir oleh berbagai bansos, yang paling tau adalah Bupati/Walikota,” terangnya.
Lihat Juga :