Pemprov DKI Akui Kesulitan Input Data Pemeriksaan Spesimen Corona
Sabtu, 20 Februari 2021 - 01:07 WIB
loading...
Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk menyampaikan data kasus Covid-19 (virus Corona) secara terbuka. Foto/SINDOnews/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk menyampaikan data kasus Covid-19 (virus Corona) secara terbuka. Namun, perlu disampaikan bahwa data kasus positif bukan merupakan data secara keseluruhan lantaran laboratorium kesulitan menginput data pemeriksaan spesimen.
Baca juga: Turunkan Kasus Corona, Pemerintah Diminta Tindaklanjuti Laporan Satgas
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia, menjelaskan, kesulitan penginputan data ini akibat sedang dilakukannya perbaikan koneksi untuk mempercepat sistem penginputan dari Kementerian Kesehatan RI.
Sehingga, jajaran Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta tidak dapat melakukan penarikan data per Rabu, 17 Februari 2021. Baca juga: Update Corona Luwu Timur 19 Februari: 21 Kasus Baru, 23 Pasien Sembuh
"Untuk all records akan masuk datanya besok. Mohon tidak diasumsikan bahwa data yang sedikit ini karena wabah sudah benar-benar terkendali, karena besok kemungkinan akan ada akumulasi data dari yang sebelumnya tidak bisa dilakukan penarikan melalui sistem," kata Dwi kepada wartawan, Jumat (19/2/2021).
Baca juga: Turunkan Kasus Corona, Pemerintah Diminta Tindaklanjuti Laporan Satgas
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia, menjelaskan, kesulitan penginputan data ini akibat sedang dilakukannya perbaikan koneksi untuk mempercepat sistem penginputan dari Kementerian Kesehatan RI.
Sehingga, jajaran Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta tidak dapat melakukan penarikan data per Rabu, 17 Februari 2021. Baca juga: Update Corona Luwu Timur 19 Februari: 21 Kasus Baru, 23 Pasien Sembuh
"Untuk all records akan masuk datanya besok. Mohon tidak diasumsikan bahwa data yang sedikit ini karena wabah sudah benar-benar terkendali, karena besok kemungkinan akan ada akumulasi data dari yang sebelumnya tidak bisa dilakukan penarikan melalui sistem," kata Dwi kepada wartawan, Jumat (19/2/2021).
Lihat Juga :