Perkembangan Investasi Semakin Membaik, Kepala BKPM Sambut Baik Laporan Gubernur Nova Iriansyah
Jum'at, 19 Februari 2021 - 21:18 WIB
loading...
Gubernur Aceh melaporkan perkembangan investasi di Aceh kepada Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, dalam kunjungan kerjanya ke Jakarta, Kamis, (18/2/2021).
A
A
A
JAKARTA - Gubernur Aceh Nova Iriansyah melaporkan perkembangan investasi di Aceh kepada Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia, dalam kunjungan kerjanya ke Jakarta, Kamis, (18/2/2021).
Nova menyampaikan, kondisi keamanan dan kepastian hukum di Aceh selama ini telah berjalan dengan baik. "Semua investasi di Aceh berjalan baik, hanya saja terkendala dengan Covid-19," kata Nova.
Di antara investasi yang mengalami penundaan akibat Covid-19 adalah Blok Andaman III yang dikelola Repsol, perusahaan migas asal Spanyol dan Mubadala Petroleum. Seharusnya eksplorasi di Blok Andaman III ini dilakukan pada Februari tahun ini. Namun Covid membuat aktifitas eksplorasi tertunda hingga diperkirakan mencapai satu tahun lamanya.
Nova juga menyampaikan rencana investasi Uni Emirat Arab (UEA) yang awalnya menargetkan Pulau Banyak, Aceh Singkil. Namun, mereka terakhir beralih ke Sabang. "Karena di Pulau Banyak airborne, dermaganya belum ada, mereka berharap kita membangun infrastruktur dulu. Padahal alamnya sangat bagus," tuturnya.
Untuk tahap awal, kata Nova, para investor UEA akan melakukan investasi di Sabang. Mereka akan mengeluarkan anggaran sekitar setengah triliun yang dipergunakan untuk pembangunan resort.
Nova menyampaikan, kondisi keamanan dan kepastian hukum di Aceh selama ini telah berjalan dengan baik. "Semua investasi di Aceh berjalan baik, hanya saja terkendala dengan Covid-19," kata Nova.
Di antara investasi yang mengalami penundaan akibat Covid-19 adalah Blok Andaman III yang dikelola Repsol, perusahaan migas asal Spanyol dan Mubadala Petroleum. Seharusnya eksplorasi di Blok Andaman III ini dilakukan pada Februari tahun ini. Namun Covid membuat aktifitas eksplorasi tertunda hingga diperkirakan mencapai satu tahun lamanya.
Nova juga menyampaikan rencana investasi Uni Emirat Arab (UEA) yang awalnya menargetkan Pulau Banyak, Aceh Singkil. Namun, mereka terakhir beralih ke Sabang. "Karena di Pulau Banyak airborne, dermaganya belum ada, mereka berharap kita membangun infrastruktur dulu. Padahal alamnya sangat bagus," tuturnya.
Untuk tahap awal, kata Nova, para investor UEA akan melakukan investasi di Sabang. Mereka akan mengeluarkan anggaran sekitar setengah triliun yang dipergunakan untuk pembangunan resort.
Lihat Juga :