Kunjungi Jogja, Kapolri Bertemu Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir
Jum'at, 19 Februari 2021 - 17:37 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, Listyo Sigit kembali menyampaikan rencananya membentukvirtual police. Nantinyavirtual policeini bertugas menegur mereka yang melanggar UU ITE.
"Virtual policenantinya akan menegur jika ada kalimat-kalimat disampaikan masyarakat di media sosial yang kurang pas dan berpotensi melanggar UU ITE. Kemudian dijelaskan sebaiknya dia harus melakukan apa," kata Kapolri, Jumat (19/2/2021).
Terkait fenomena warga saling lapor, Kapolri menggarisbawahi pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meminta selektif menerima laporan. Selain itu, Listyo Sigit bakal mengedepankan ruang mediasi, kecuali terhadap isu-isu yang berakibat konflik dan keutuhan NKRI.
"Sesuai dengan arahan Presiden agar Polri lebih selektif dalam menerima laporan. Tentu ini menjadi catatan penting yang harus kita tindaklanjuti," katanya. Kapolri menyatakan, Polri akan mengedepankan penyelesaian dengan cara yang lebih baik, mediasi,restorative justice.
"Namun untuk hal-hal yang berpotensi terhadap konflik sesama bangsa dan berisiko memecah belah NKRI, kami akan proses, tak ada toleransi," tegasnya.
"Virtual policenantinya akan menegur jika ada kalimat-kalimat disampaikan masyarakat di media sosial yang kurang pas dan berpotensi melanggar UU ITE. Kemudian dijelaskan sebaiknya dia harus melakukan apa," kata Kapolri, Jumat (19/2/2021).
Terkait fenomena warga saling lapor, Kapolri menggarisbawahi pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meminta selektif menerima laporan. Selain itu, Listyo Sigit bakal mengedepankan ruang mediasi, kecuali terhadap isu-isu yang berakibat konflik dan keutuhan NKRI.
"Sesuai dengan arahan Presiden agar Polri lebih selektif dalam menerima laporan. Tentu ini menjadi catatan penting yang harus kita tindaklanjuti," katanya. Kapolri menyatakan, Polri akan mengedepankan penyelesaian dengan cara yang lebih baik, mediasi,restorative justice.
"Namun untuk hal-hal yang berpotensi terhadap konflik sesama bangsa dan berisiko memecah belah NKRI, kami akan proses, tak ada toleransi," tegasnya.
(shf)
Lihat Juga :