Usai Beli Rokok Pemuda di Sorong Jadi Korban Penembak Misterius
Senin, 18 Mei 2020 - 00:32 WIB
loading...
A
A
A
"Kami saat itu sedang duduk-duduk (nongkrong) di rumah saya, sambil bakar-bakar kayu (membakar kayu) untuk menghangatkan tubuh, karena malam itu cuaca sangat dingin, setelah itu karena rokok kami habis, saya dan dua kawan saya ke kios (warung) untuk membeli rokok. Tetapi kios tutup, lalu kami kembali ke rumah saya," ujar Yohanis kepada wartawan di RS Sele Be Solu, Minggu (17/5/2020).
Lembih lanjut Yohanis mengatakan, setelah kembali dari kios, ada sebuah mobil dari arah berlawan, dan ketika mendekat ke arah Yohanis dan dua rekannya, tiba-tiba seseorang dari dalam mobil mengeluarkan senjata dan melakukan penembakan ke arah mereka. Orang tersebut melakukan penembakan sebanyak dua kali, dimana pada tembakan kedua barulah mengenai korban.
"Saat di tengah perjalanan menuju rumah, kami lihat ada sebuah mobil dari arah berlawan. Setelah mobil itu mendekati kami, tiba-tiba dari dalam mobil terlihat seseorang mengeluarkan senjata dan melepas tembakan ke arah kami bertiga. Saat tembakan pertama, kami berlari ke arah rumah, namun terdengar lagi tembakan kedua dan saat itu saya dalam posisi di belakang kedua kawan saya. Dan disitulah saya rasa seperti kena tembak, setelah saya lihat ternyata betul ada luka tembakan. Saya merasa kesakitan dan terlihat keluar darah dari tubuh saya," ungkapnya.
Usai kejadian penembakan, ada seorang warga yang kebetulan keluar dari rumahnya dan melihat Yohanis dalam kondisi kesakitan akibat tertembak. Yohanis kemudian di antar ke kantor polisi terdekat untuk melaporkan kejadian itu, dan selanjutnya korban di larikan ke rumah sakit oleh petugas kepolisian.
"Pas kejadian saya sudah kesakitan, lalu ada kakak di kompleks saya yang kebetulan keluar rumah, lalu lihat kondisi saya terluka, kemudian menolong saya dan mengantar saya ke kantor polisi untuk melaporkan kejadian itu. Namun setelah di kantor polisi, sejumlah polisi kaget dan bergegas langsung mengantar saya ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan karena luka tembak di tubuh saya," terang Yohanis.
Pihak keluarga korban penembakan mengaku menyesalkan kejadian ini. Mereka juga merasa heran karena setelah di lakukan operasi, proyektil yang bersarang di tubuh korban langsung di bawa oleh sejumlah aparat kepolisian tanpa alasan yang jelas.
Lembih lanjut Yohanis mengatakan, setelah kembali dari kios, ada sebuah mobil dari arah berlawan, dan ketika mendekat ke arah Yohanis dan dua rekannya, tiba-tiba seseorang dari dalam mobil mengeluarkan senjata dan melakukan penembakan ke arah mereka. Orang tersebut melakukan penembakan sebanyak dua kali, dimana pada tembakan kedua barulah mengenai korban.
"Saat di tengah perjalanan menuju rumah, kami lihat ada sebuah mobil dari arah berlawan. Setelah mobil itu mendekati kami, tiba-tiba dari dalam mobil terlihat seseorang mengeluarkan senjata dan melepas tembakan ke arah kami bertiga. Saat tembakan pertama, kami berlari ke arah rumah, namun terdengar lagi tembakan kedua dan saat itu saya dalam posisi di belakang kedua kawan saya. Dan disitulah saya rasa seperti kena tembak, setelah saya lihat ternyata betul ada luka tembakan. Saya merasa kesakitan dan terlihat keluar darah dari tubuh saya," ungkapnya.
Usai kejadian penembakan, ada seorang warga yang kebetulan keluar dari rumahnya dan melihat Yohanis dalam kondisi kesakitan akibat tertembak. Yohanis kemudian di antar ke kantor polisi terdekat untuk melaporkan kejadian itu, dan selanjutnya korban di larikan ke rumah sakit oleh petugas kepolisian.
"Pas kejadian saya sudah kesakitan, lalu ada kakak di kompleks saya yang kebetulan keluar rumah, lalu lihat kondisi saya terluka, kemudian menolong saya dan mengantar saya ke kantor polisi untuk melaporkan kejadian itu. Namun setelah di kantor polisi, sejumlah polisi kaget dan bergegas langsung mengantar saya ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan karena luka tembak di tubuh saya," terang Yohanis.
Pihak keluarga korban penembakan mengaku menyesalkan kejadian ini. Mereka juga merasa heran karena setelah di lakukan operasi, proyektil yang bersarang di tubuh korban langsung di bawa oleh sejumlah aparat kepolisian tanpa alasan yang jelas.
Lihat Juga :