Luwu Utara Bakal Jadi Pusat Pengembangan Kakao Berkelanjutan
Selasa, 16 Februari 2021 - 19:18 WIB
loading...
A
A
A
Masih lanjut Indah, program SFITAL nantinya akan disinkronkan dengan program pemerintah daerah untuk memperkuat daerah aliran sungai yang terdampak bencana kemarin.
“Program SFITAL ini nantinya akan kita terapkan di tiga daerah aliran sungai yang terdampak dan aliran sungai lainnya yang juga sejalan dengan upaya pemerintah daerah melakukan zonasi di sektor pertanian dan perkebunan untuk wilayah daerah aliran sungai,” tandasnya.
Perwakilan ICRAF Indonesia, Bertha Lusiana, menyebutkan tujuan program SFITAL adalah menjadikan pekebun kakao mandiri yang maju dan mampu mengelola lahan pertanian secara berkelanjutan dengan mempertahankan penyediaan jasa lingkungan melalui pemahaman terhadap prinsip-prinsip kewirausahaan, sehingga mampu terlibat dan bersaing di pasar global dalam kemitraan yang setara dengan pemerintah dan swasta .
“Program ini akan kita mulai tahun ini dan selesai 2025 mendatang, dengan mitra utama, pekebun kakao, UMKM, Pemda, dan pelaku usaha kakao,” sebut dia.
Baca Juga: 411 Nakes di Luwu Utara Segera Ikuti Vaksinasi Covid-19 Susulan
Program ini adalah kegiatan riset-aksi yang didanai International Fund for Agriculture Development IFAD), dengan mitra utama, Rainforest Alliance dan MARS Incorporated, yang bertujuan mendukung perwujudan pertanian berkelanjutan dengan penguatan kapasitas teknis dan kelembagaan, serta penyelarasan peran antara sektor publik dan swasta melalui kemitraan antara petani, sektor publik dan swasta agar petani dapat terlibat dalam rantai pasok global.
“Program SFITAL ini nantinya akan kita terapkan di tiga daerah aliran sungai yang terdampak dan aliran sungai lainnya yang juga sejalan dengan upaya pemerintah daerah melakukan zonasi di sektor pertanian dan perkebunan untuk wilayah daerah aliran sungai,” tandasnya.
Perwakilan ICRAF Indonesia, Bertha Lusiana, menyebutkan tujuan program SFITAL adalah menjadikan pekebun kakao mandiri yang maju dan mampu mengelola lahan pertanian secara berkelanjutan dengan mempertahankan penyediaan jasa lingkungan melalui pemahaman terhadap prinsip-prinsip kewirausahaan, sehingga mampu terlibat dan bersaing di pasar global dalam kemitraan yang setara dengan pemerintah dan swasta .
“Program ini akan kita mulai tahun ini dan selesai 2025 mendatang, dengan mitra utama, pekebun kakao, UMKM, Pemda, dan pelaku usaha kakao,” sebut dia.
Baca Juga: 411 Nakes di Luwu Utara Segera Ikuti Vaksinasi Covid-19 Susulan
Program ini adalah kegiatan riset-aksi yang didanai International Fund for Agriculture Development IFAD), dengan mitra utama, Rainforest Alliance dan MARS Incorporated, yang bertujuan mendukung perwujudan pertanian berkelanjutan dengan penguatan kapasitas teknis dan kelembagaan, serta penyelarasan peran antara sektor publik dan swasta melalui kemitraan antara petani, sektor publik dan swasta agar petani dapat terlibat dalam rantai pasok global.
(agn)
Lihat Juga :